Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dengan biodiversitas tumbuhan terbesar kedua di dunia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat yang tersebar di berbagai etnis. Kekayaan alam, khususnya tanaman obat, tidak hanya berfungsi sebagai agen kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga sebagai agen preventif dan promotif dalam pelayanan kesehatan tradisional. Tanaman obat ini juga bermanfaat sebagai terapi alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
Etnis Madura adalah salah satu kelompok etnis di Indonesia yang memanfaatkan tanaman obat sebagai bahan baku obat tradisional, yang dikenal melalui tradisi minum jamu. Kebiasaan ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga dan masyarakat Madura, serta telah terbukti memberikan manfaat yang signifikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Suharmiati, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PRBBOT), Organisasi Riset Kesehatan (ORK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Suharmiati menjelaskan bahwa ramuan Madura adalah salah satu obat tradisional asli Indonesia yang perlu dilestarikan. Resep-resep ini merupakan warisan nenek moyang yang digunakan oleh berbagai kalangan, meskipun pada praktiknya lebih banyak digunakan oleh ibu-ibu. Jenis dan bentuk jamu yang dikonsumsi pun beragam.
Baca juga : Ini Khasiat Ramuan Madura untuk Kesehatan Perempuan dan Vitalitas
Masyarakat Madura lebih menyukai jamu berbentuk serbuk yang diseduh dan diminum seluruhnya. Jamu serbuk ini memiliki aroma yang tajam dan konsistensi yang kental. Seiring perkembangan zaman, masyarakat lebih memilih membeli ramuan jamu buatan pabrik yang lebih praktis, meskipun bahan dasarnya tetap berasal dari bahan segar dan simplisia atau bahan yang telah dikeringkan.
“Budaya minum jamu pada perempuan Madura didorong oleh keyakinan bahwa lebih baik tidak makan daripada tidak minum jamu. Bahkan, ada penelitian yang menunjukkan bahwa setelah minum jamu Madura, tubuh terasa sehat, bugar, kuat, dan rapat,” ungkap Suharmiati, Kamis (22/8).
Pemanfaatan ramuan jamu juga diperkenalkan pada anak-anak dengan memberikan ramuan yang rasanya manis. Pada remaja putri, ramuan jamu diberikan secara rutin sejak menstruasi pertama untuk menjaga kesehatan, mengencangkan rahim, dan mengatasi nyeri haid. Selain itu, juga dilakukan perawatan kulit dengan lulur.
Baca juga : BRIN Eksplorasi Kekayaan Biodiversitas Indonesia untuk Bidang Kesehatan
Lebih lanjut, Suharmiati menjelaskan bahwa persiapan khusus juga dilakukan pada saat menjelang pernikahan, terutama untuk calon pengantin wanita, yang dimulai satu bulan sebelum hari pernikahan. Calon pengantin pria juga diberikan jamu khusus yang dicampur dengan kuning telur dan madu untuk menjaga kesehatan dan vitalitas.
Tradisi minum ramuan jamu pada wanita Madura juga didorong oleh keinginan untuk selalu menjadi istri yang dapat memberikan kepuasan kepada suaminya. Suami pun mendukung tradisi ini. Jika ingin menjarangkan kehamilan, mereka membuat ramuan sendiri yang diminum setelah menstruasi, sedangkan untuk menyuburkan kandungan mereka meminum jamu dingin dari daun-daunan seperti Beluntas.
Selama masa kehamilan, wanita Madura mengonsumsi berbagai ramuan jamu seperti jamu anton-anton muda, jamu anton-anton tua, jamu cabe puyang, serta air kelapa muda, terutama pada usia kehamilan 7-9 bulan. Pada masa persalinan, mereka mengonsumsi air perasan kunyit, minyak kelapa buatan sendiri, serta kuning telur untuk memperlancar persalinan, juga jamu pelancar ASI dan jamu pascapersalinan.
Baca juga : Kencur, Rempah Ajaib dengan Banyak Kandungan di Dalamnya
“Terdapat berbagai jenis ramuan jamu Madura berbahan dasar tanaman obat, seperti jamu Pluntur untuk pasca nifas atau terlambat haid, yang berbahan dasar tanaman Elephantopus scaber, Andrographis paniculata, Sida rhombifolia, Nigella sativa, Kaempferia galanga, dan bahan lainnya,” tutur Suharmiati.
Saat ini, terdapat 70 bahan baku obat tradisional yang masuk dalam kategori obat tradisional berisiko rendah, seperti minyak kayu putih dari Oleum cajuputi dan minyak kelapa dari Oleum cocos. Suharmiati juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa larangan dalam pembuatan obat tradisional, seperti larangan menggunakan tumbuhan atau hewan yang dilindungi, bahan isolat atau sintetik, bahan kimia obat, etil alkohol dengan kadar lebih dari 1%, narkotika, psikotropika, atau bahan lain yang dapat membahayakan kesehatan.
Untuk bentuk sediaan obat tradisional, intravaginal, tetes mata, parenteral, dan supositoria dilarang kecuali untuk pengobatan wasir. Komposisi jamu sehat biasanya digunakan untuk menyehatkan dan menyegarkan tubuh, dengan khasiat penambah nafsu makan dan penyegar badan.
Pedoman rasionalisasi komposisi obat tradisional yang disusun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencakup komposisi, pernyataan kegunaan, cara pembuatan, cara penggunaan, dan uji kemanfaatan. Proses pengkajian obat tradisional dimulai dari komposisinya, dikaitkan dengan pernyataan kegunaan, serta pengkajian terhadap cara pembuatan dan penggunaan.
“Pengembangan obat tradisional, khususnya jamu Madura, membutuhkan uji kemanfaatan yang mencakup uji toksisitas, uji farmakologi, dan uji klinis, serta upaya standarisasi bahan baku. Dengan komposisi yang rasional, jamu Madura memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan terkait dosis penggunaannya,” pungkas Suharmiati. (H-2)
"Sekarang yang saya ingin lakukan, ingin pastikan, ada satu lab di Madura, sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya,”
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) tengah mengejar target eliminasi kasus campak di Sumenep, Madura. Saat ini telah ditetapkan status Kejadian Luar Biasa campak (KLB Campak) di Sumenep.
"Masyarakat harus menjaga warisan leluhur Madura ini, khususnya di Kabupaten Sumenep. Karapan sapi bukan hanya hiburan rakyat, tapi, kekayaan budaya yang bisa dikenalkan ke dunia,"
Jemaah calon haji lansia masuk dalam kategori risiko tinggi sehingga bakal mendapat pendamping khusus untuk mempermudah pelaksanaan ibadah
David Nugroho berhasil menyelesaikan studi pascasarjana dengan meraih Master’s Degree of Science dan Doctor Philosophy Program in science dari Khon Kaen University, Thailand.
Persaingan antarkontestan dan pendukung tampak sengit sehingga politik saling serang sangat kentara selama kampanye berlangsung.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
Keberadaan Arsinum sangat membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih dan air minum setelah bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved