Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang sering terjadi, diketahui dapat meningkatkan risiko stroke iskemik hingga lima kali lipat.
Guru besar di bidang aritmia dari Universitas Indonesia Yoga Yuniadi menjelaskan bahwa kelainan ini menjadi penyebab utama terbentuknya gumpalan darah atau cardio emboli yang bisa mengakibatkan stroke iskemik.
Baca juga : Anda Kesemutan di Satu Sisi? Waspada, Bisa Jadi Gejala Stroke
Menurut Yoga, kondisi ini terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di serambi kiri jantung, yang kemudian dapat menyumbat pembuluh darah besar, terutama di pangkal pembuluh darah otak.
“Mortalitas 30 hari, mortalitas 1 tahun, dan tingkat ketergantungan yang berat setelah 1 tahun pada stroke yang terkait dengan atrial fibrilasi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan stroke yang tidak disebabkan oleh atrial fibrilasi,” ungkapnya dikutip dari Antara, Kamis (15/8).
Lebih lanjut, Yoga menekankan pentingnya pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, obesitas, gangguan tidur, dan konsumsi alkohol berlebihan, yang dapat memicu atrial fibrilasi dan berujung pada stroke iskemik.
Baca juga : Deteksi Dini Stroke dan Kelainan Pembuluh Darah di Otak Mudahkan Penanganan
Ia juga menyoroti bahwa individu berusia 40 hingga 60 tahun berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami atrial fibrilasi, sehingga deteksi dini menjadi sangat penting.
“Seseorang harus mulai mengenali gejala atrial fibrilasi, seperti dengan meraba nadi sendiri atau menggunakan smartwatch untuk mendeteksi denyut jantung,” tambahnya.
Penanganan atrial fibrilasi, terutama setelah stroke terjadi, mencakup tindakan ablasi untuk mencegah pembentukan gumpalan darah lebih lanjut yang dapat memperparah kondisi pasien.
Baca juga : Gejala Minim Kista Duktus Koledokus, Bernarkan Berbahaya dan Bisa Mengancam Nyawa?
Yoga menegaskan bahwa tindakan ini penting untuk mencegah komplikasi serius yang bisa menyebabkan disabilitas permanen, seperti ketidakmampuan menelan atau bergerak, meskipun stroke sudah berlalu.
Dengan demikian, pencegahan dan pengelolaan faktor risiko atrial fibrilasi menjadi krusial untuk mengurangi kemungkinan terjadinya stroke iskemik dan dampak fatal yang menyertainya.
Deteksi dini dan penanganan segera menjadi kunci dalam mengurangi beban penyakit ini di masyarakat. (Z-10)
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Secara medis, stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus, sehingga otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak rusak atau hancur dalam waktu singkat.
Peneliti temukan orang yang aktif di malam hari (night owls) memiliki risiko stroke dan serangan jantung lebih tinggi, terutama pada perempuan. Simak penjelasannya.
Dokter menyebut stroke muncul karena kebiasaan pria tersebut yang mengonsumsi minuman berenergi berlebihan setiap hari.
STROK masih menjadi penyebab kematian kedua di dunia dan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kecacatan jangka panjang.
Penanganan stroke harus dilakukan dengan cepat karena termasuk kondisi medis darurat yang dapat mengancam nyawa dan menyebabkan kecacatan permanen.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved