Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Sosial Lingkungan Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Vokasi Universitas Indonesia (UI) 2024 menggagas suatu kegiatan untuk membantu anak-anak yang berada di sekitar Kampung Pemulung, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Anak-anak tersebut memiliki keterbatasan untuk memperoleh pendidikan formal.
Kegiatan pengajaran nonformal berupa pengenalan dan pendalaman materi literasi serta numerasi ini bertajuk Rumah Cita-Cita. Tujuannya untuk membantu mencerdaskan anak-anak Indonesia yang memiliki keterbatasan dalam bidang pendidikan.
Kegiatan yang sudah berlangsung selama empat hari ini masih disambut riang oleh anak-anak. Salah satu murid Rumah Cita-cita, Mailan Wulan Dari, 15, mengaku sangat senang belajar bersama dan bertemu kakak-kakak dari Rumah Cita-cita. Perempuan yang bercita-cita menjadi Chief Executive Officer (CEO) ini mengungkap proses belajar tak pernah membosankan.
Baca juga : Rumah Cita-cita Sebar Ilmu di Kampung Pemulung Pondok Labu
"Kakak-kakaknya yang ngajar dan semuanya baik banget. Belajarnya juga enggak bikin bosen karena ada gimnya," ucapnya saat ditemui Media Indonesia dalam kegiatan belajar bersama Rumah Cita-cita di sekitar Kampung Pemulung, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (1/8).
"Aku paling suka pas kelompok (belajar) aku menang dan dapat juara 1 bikin yel-yel," lanjutnya seraya tersenyum.
Konsep belajar memang dibuat semenyenangkan mungkin yakni dengan selingan aktivitas menarik seperti senam atau yel-yel. Sekitar 30 murid ikut serta dalam kegiatan belajar mengajar, usianya pun beragam mulai dari 6 tahun ke atas, kebanyakan dari mereka tidak mendapat akses sekolah.
Baca juga : Olahraga Bantu Anak Tahan Lama Belajar
Untuk menarik lebih banyak anak-anak ikut serta dalam kegiatan, para pengajar pun datang mengetok ke rumah-rumah, mengajak langsung anak-anak untuk belajar bersama.
"(Orangtua) anak-anaknya senang dan mereka punya harapan. Enggak mau lihat anak-anak mereka nganggur, main-main," ungkap Ketua Rumah Cita-cita Pelangi Janisa Christy Sirait.
Salah satu pengajar Rumah Cita-cita, Olaya Shabira Thalib, mengaku tidak bosan untuk terus mengajak anak-anak belajar bersama. Ia bersama tim terus memberikan semangat dan menumbuhkan kecintaan anak-anak untuk mau belajar. Pun dengan Wakil Penanggung Jawab Pengajar Rumah Cita-cita Syifa Aulia Fahimah yang tak lelah menyebarkan semangat positif kepada rekan pengajar.
Baca juga : Staf Sudin Perpustakaan Jaksel Mendongeng untuk Anak-anak
Pada kesempatan tersebut, Rumah Cita-cita berkolaborasi dengan PT Perta Daya Gas, Usaha Patungan PT Pertamina Gas dan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Indonesia Power.
Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT Perta Daya Gas Ucok Charles Kairupan menyatakan dukungannya pada kegiatan yang memberikan dampak positif ini.
"Apa yang kami berikan memang dibutuhkan oleh mereka (anak-anak) seperti meja dan alat tulis. Kami inginnya bukan hanya senang-senang tetapi juga sarana prasarana belajar yang bisa menjadi manfaat jangka panjang," ungkap Ucok.
Selain memberikan meja dan alat tulis, masing-masing anak juga mendapatkan makanan ringan dan susu.(M-3)
Rumah Makan Padang Nan Lamak resmi dibuka di Jakarta Selatan. Sajikan rendang dan ayam goreng khas Solok dengan resep autentik Minang dan konsep made-to-order.
Warga Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan mengeluhkan kebisingan lapangan padel. Mediasi dengan pengelola gagal, warga tuntut peredam suara.
Hindari titik macet di Jakarta Selatan menjelang buka puasa Ramadan 2026. Cek daftar jalan rawan kepadatan akibat pasar takjil dan proyek Haji Nawi di sini.
PEMERINTAH Kota Administrasi Jakarta Selatan mengungkapkan bahwa pembangunan Taman Bendera Pusaka telah mencapai 80 persen menjelang peresmiannya yang dijadwalkan pada bulan ini
PT Transjakarta menyampaikan belasungkawa atas insiden kecelakaan di Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved