Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUNKAN kadar gula darah merupakan salah satu tujuan utama bagi individu yang memiliki diabetes atau berisiko terhadap diabetes. Salah satu cara efektif untuk mencapai hal ini adalah melalui olahraga yang teratur.
Namun kapan waktu yang paling efektif untuk berolahraga guna menurunkan kadar gula darah?
Bagi penderita pradiabetes dan diabetes tipe 2, resistensi insulin dapat mengubah respons tubuh terhadap gula darah. Hal ini menyebabkan sel berhenti merespons insulin, dan glukosa akan tetap berada di luar sel. Akibatnya, gula darah akan tetap tinggi.
Baca juga : Imbangi Asupan Gula dengan Aktivitas Ini
Waktu efektif berolahraga
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 sebaiknya berolahraga di sore hari dibandingkan di pagi hari untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi.
Para peneliti dari Diabetes Center menemukan bahwa pasien diabetes tipe 2 yang aktif secara fisik baik ringan maupun berat di sore hari mengalami penurunan kadar gula darah yang lebih besar dibandingkan mereka yang paling aktif di waktu lain dalam sehari.
Baca juga : Hati-hati Banyak Konsumsi Gula sejak Kecil Bisa Menyebabkan Penyakit Kronis saat Dewasa
Contoh dari olahraga ringan, yaitu jalan cepat, memotong rumput dengan mesin pemotong rumput, dan bermain bulu tangkis untuk rekreasi. Sedangkan olahraga berat yang dapat dilakukan antara lain mendaki gunung, jogging kecepatan tinggi, bermain basket atau sepak bola, dan bersepeda dengan kecepatan 22 hingga 24 kilometer per jam.
Selain itu, diketahui tidak hanya olahraga di sore hari, namun juga olahraga setelah makan menjadi salah satu waktu terbaik untuk menurunkan kadar gula darah.
Menurut penelitian tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Endocrinology, kadar gula darah mencapai puncaknya dalam waktu 90 menit setelah makan. Sementara penderita diabetes seharusnya menjaga kadar gula darah pada 160 mg/dL dalam waktu dua jam setelah makan.
Baca juga : Angkat Beban Bantu Perbaiki Kondisi Penderita Diabetes
Disisi lain, disarankan sebaiknya mulai berolahraga sekitar 30 menit setelah makan agar bisa mengurangi kadar gula darah.
Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Tidak hanya waktu berolahraga, tetapi juga jenis dan intensitas olahraga yang dilakukan sangat penting. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
Baca juga : Oahraga Angkat Beban Bantu Perbaiki Kesehatan Penderita Diabetes
1. Jenis Olahraga
Olahraga aerobik seperti berjalan, berlari, atau bersepeda sangat efektif dalam menurunkan kadar gula darah. Latihan kekuatan juga penting karena dapat membantu membangun otot yang lebih efisien dalam menggunakan glukosa.
2. Durasi dan Intensitas
Disarankan untuk berolahraga setidaknya 30 menit per hari dengan intensitas sedang. Namun, penting untuk menyesuaikan intensitas sesuai dengan kondisi kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter.
3. Konsistensi
Konsistensi adalah kunci. Lebih baik berolahraga secara teratur dengan intensitas sedang daripada berolahraga dengan intensitas tinggi tetapi tidak konsisten.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan memilih waktu yang tepat untuk berolahraga, Anda dapat lebih efektif dalam mengelola kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. (P-5)
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved