Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Prof Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto menyoroti pentingnya memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain di luar dan mendapatkan pendidikan yang layak.
Dalam pernyataannya, Kak Seto menekankan bahwa bermain di luar tidak hanya penting untuk kesehatan fisik anak-anak tetapi juga untuk pendidikan mereka.
"Di era digital seperti sekarang, anak-anak perlu diberi kesempatan untuk bermain di luar. Hal ini tidak hanya untuk kesehatan fisik mereka tetapi juga untuk pendidikan mereka," katanya.
Baca juga : Bermain Sambil Belajar Bisa Bentuk Perilaku Bersih Anak
"Pendidikan tentang makanan juga sangat penting. Pilihan makanan yang tepat merupakan salah satu fondasi bagi generasi masa depan yang kuat dan akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk keberlanjutan lingkungan," lanjutnya
Pria kelahiran 1951 itu menyayangkan masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Menurutnya, perlu ada apresiasi yang tinggi terhadap pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang membutuhkan dukungan finansial besar untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak.
Baca juga : Banyak Sekolah Larang Siswa Bermain Lato-Lato, KPAI: Jangan Rampas Hak Anak untuk Bermain
"Data menunjukkan bahwa 70% keluarga mengalami kesulitan finansial terkait biaya pendidikan. Bahkan, hanya 2 dari 3 anak memiliki akses pendidikan, dan lebih dari 60% di antara mereka mengalami kendala dalam pencapaian kemampuan dasar," ungkapnya.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melaporkan bahwa pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024, jumlah murid di Indonesia mencapai 53,14 juta orang. Mayoritas dari mereka berada di tingkat Sekolah Dasar (SD), dengan jumlah mencapai 24,04 juta orang.
Dari data yang dilaporkan, terlihat bahwa jumlah murid terbanyak berada di Jawa Barat, dengan 9,7 juta orang, diikuti oleh Jawa Timur dengan 6,55 juta orang. Sementara itu, jumlah murid yang belajar di luar negeri tercatat paling sedikit, yakni 29.108 orang.
Kak Seto menegaskan investasi dalam pendidikan adalah kunci untuk membentuk masa depan yang lebih baik bagi anak-anak.
"Kemampuan dasar ini merupakan fondasi penting bagi perkembangan optimal dan kemandirian mereka, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang kuat dan berhasil seperti yang kita harapkan. Kita tidak boleh mengabaikan pentingnya investasi dalam pendidikan yang akan membentuk masa depan mereka," tandasnya. (Z-1)
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
MENURUT Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989, ada 10 hak dasar anak yang perlu dijamin oleh negara dan masyarakat, salah satunya adalah hak untuk bermain dan berekreasi.
Anak-anak yang belum bisa berkomunikasi dengan baik perlu selalu didampingi saat bermain sendiri maupun bersama teman-temannya.
Sebelum anak dilepas bermain di luar, orangtua diminta memulai dengan pengawasan hingga pemantauan di awal.
Tidak hanya menyenangkan, bermain juga diakui sebagai sarana penting untuk menumbuhkan berbagai keterampilan hidup yang esensial.
Institusi pendidikan tidak boleh sekadar menjadi penonton di tengah dinamika dunia yang bergerak cepat.
Universitas Pembangunan Jaya menggelar seminar internasional membahas peran AI dalam transformasi pendidikan tinggi bersama akademisi Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved