Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSULTAN respirologi anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo, Darmawan B Setyanto membantah isu bahwa penyakit tuberkulosis yang diderita anak-anak tidak berpotensi menular kepada orang lain.
"Ketika ada pernyataan TB tidak menular, itu anak yang mana dulu? Karena kalau dibuat simpel seolah-olah berlaku umum, karena dari bayi sampai ABG (anak baru gede) tidak menular, itu salah," tegas Darmawan dalam sebuah diskusi daring, Minggu (24/3).
Darmawan menuturkan masyarakat tidak bisa memukul rata tiap kasus TB yang terlacak pada usia anak-anak. Hal itu disebabkan spektrum dari penyebutan usia anak amat sangat ekstrem dan luas.
Baca juga : Etana Kembangkan Vaksin Tuberkulosis
Menurut dia, seseorang dikatakan masih anak-anak, bila ia merupakan bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari satu kilogram sampai remaja dengan berat badan 100 kilogram.
Jika dikaitkan dengan isu tersebut, Darmawan menjelaskan semakin kecil umur seseorang, maka secara umum potensi penyakit TB untuk menulari orang lain semakin kecil. Sebaliknya, jika usia anak atau remaja semakin bertambah, potensi penularannya lebih besar sama seperti usia dewasa.
Selain usia, Darmawan mengingatkan orangtua agar juga mencermati data-data penunjang kesehatan lainnya agar tidak salah paham atau menyamaratakan kondisi penderita TB.
Baca juga : Kasus Tuberkulosis Anak Naik Dua Kali Lipat Dibanding 2021
Penyakit tuberkulosis atau TB, yang dapat menyerang siapa saja, adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Organ dalam tubuh yang bisa terserang TB antara lain ialah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung.
Penularan TB berlangsung melalui udara, ketika kuman TB yang berada di udara terhirup orang lain. Salah satu bentuk penularan TB adalah ketika penderita batuk atau bersin tanpa menutup mulut, bakteri akan tersebar ke udara melalui droplet. (RO/Z-1)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Musim flu di New York tahun ini datang lebih awal dan menyebar lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dengan asumsi satu alat dapat melayani 3.000 pasien, Benjamin memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa pada tahun 2026.
Peneliti Universitas Basel kembangkan tes sel tunggal untuk membedakan antibiotik yang hanya menghambat pertumbuhan dan yang benar-benar membunuh bakteri.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Peneliti BRIN mengembangkan Tuberculosis Colorimetric Sensor, yaitu sensor deteksi cepat berbasis metode colorimetric.
Dari tahun 2023 hingga 2024, terdapat 737 mahasiswa dari 13 provinsi di Indonesia yang telah menjadi TB Rangers.
Kampanye itu mendeteksi pengidap Tb kemudian mengobati hingga tuntas sampai betul-betul sembuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved