Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA aktivitas fisik dalam keseharian seperti mencuci mobil selama 45-60 menit, mengelap kaca atau lantai berdurasi 45-60 menit, serta berkebun dalam tempo 30-40 menit, dapat menggantikan olahraga kategori sedang dan membakar sebanyak sekitar 150 kilokalori.
Selain itu, aktivitas lain seperti menggunakan kursi roda selama 30-40 menit, mendorong roda 30 menit sepanjang 2 kilometer, berjalan sejauh 2,5 kilometer selama 30 menit, dan naik turun tangga selama 15 menit, juga turut membakar jumlah kalori yang sama.
Hal tersebut diungkapkan Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Rini Sekartini, dikutip Kamis (8/2).
Baca juga : Ini Pilihan Aktivitas Fisik Bagi Bayi, Anak-Anak, dan Remaja
Rini menjelaskan aktivitas fisik keseharian tersebut dapat diterapkan bagi anak-anak untuk menggantikan beberapa jenis olahraga berkategori sedang.
Lebih lanjut, dia membeberkan aktivitas keseharian itu dapat menggantikan jenis olahraga seperti bermain sepak bola atau bola voli selama 45-60 menit, bermain bola basket selama 15-20 menit, berenang bolak-balik berdurasi 20 menit, dan lompat tali selama 15 menit.
Selain itu, olahraga berupa bersepeda sejauh 6 kilometer dalam 30 menit, berlari sepanjang 2 kilometer dalam 15 menit, bahkan berjoget selama 30 menit, juga mampu memberikan manfaat serupa.
Baca juga : Kate Hudson Ajarkan Buah Hati Tentang Kebugaran Tubuh
"Selain mengontrol berat badan, aktivitas fisik atau olahraga bermanfaat bagi kesehatan fisik anak dan remaja untuk kekuatan otot dan tulang, meningkatkan kesehatan jantung dan lean body mass, serta memperbaiki peredaran darah," kata Rini.
Sedangkan manfaat nonfisik dari olahraga di antaranya meningkatkan kepercayaan diri, kesehatan mental psikologis, kemampuan belajar dan berlatih, serta membantu mengurangi stres.
Olahraga yang kompetitif misalnya bela diri melalui ajang pertandingan, secara tidak langsung meningkatkan kepercayaan diri, belajar mandiri, kemampuan berkonsentrasi, serta mengurangi stres pada anak.
Baca juga : Pentingnya Aktivitas Fisik Sesuai Usia untuk Tumbuh Kembang Anak
Meski demikian pada beberapa anak yang memiliki sifat pencemas, olahraga yang bersifat kompetitif justru dapat meningkatkan rasa kecemasan yang berlebihan.
"Kalau anak cemas sebelum bertanding, dia mungkin bisa sakit perut bahkan sampai muntah atau menangis. Jadi, memang orangtua harus pandai melihat olahraga dan aktivitas fisik yang dianjurkan sesuai dengan sikap atau perilaku anak," pungkas Rini. (Ant/Z-1)
Baca juga : Pneumonia Masih Mengancam, MSD Ajak Orang Tua Lakukan Vaksinasi
Menurut Diana Dewi, olahraga masyarakat bukan hanya soal gerak badan, tapi juga ruang jeda bagi warga untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Seluruh program, mulai dari pola latihan hingga perencanaan nutrisi, dirancang secara spesifik berdasarkan kondisi anatomi dan target personal masing-masing individu.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Rybakina akan menghadapi Iga Swiatek atau pemain kualifikasi asal Australi, Maddison Inglis.
Usai pensiun, David Beckham memilih hidup sederhana di Cotswolds dengan beternak lebah, berkebun, memasak, dan memanggang kue.
Miley Cyrus buka-bukaan soal rutinitas paginya yang penuh energi, kecintaannya pada kopi, hingga hobi berkebun yang jadi “obat” menjaga hidup sober.
Panen di areal greenhouse Yayasan Pendidikan Ummah Balikpapan itu merupakan hasil tanam anak-anak yang ada di berbagai LKSA.
Di Kampung Berkebun, milik warga tersebut, tercatat ada sekitar 110 jenis tanaman obat keluarga (toga) yang dikelola warga setempat.
Hasil panen dari urban farming lebih menyehatkan lantaran sepenuhnya menerapkan sistem penanaman organik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved