Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS fisik pada anak akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari anak hingga usia 18 tahun. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rini Sekartini menekankan urgensi penyesuaian aktivitas fisik agar sejalan dengan karakteristik anak.
"Batasan usia anak dari balita hingga 18 tahun memiliki ciri khas tersendiri untuk tumbuh kembangnya. Aktivitas fisik harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak dan tidak boleh terlalu sederhana atau melebihi batas keseruan yang sehat," ujarnya.
Rini merinci setiap tahapan tumbuh kembang mencakup balita, anak usia 2 tahun, 6 tahun, hingga remaja 18 tahun. "Setiap tahapan membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam aktivitas fisik, seiring dengan perkembangan fisik dan emosional anak," ungkapnya.
Baca juga: Cara Mengatasi Anak Tantrum, Kenali Ciri dan Penyebab
Lebih lanjut, Rini menyoroti bahwa penyesuaian tersebut mencakup aspek intensitas, jenis aktivitas, dan durasi. "Penting untuk tidak hanya memahami kebutuhan fisik, tetapi juga aspek-aspek pengembangan lainnya seperti keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan peningkatan konsentrasi," tambahnya.
Sebagai seorang ahli pediatri, Rini menekankan aktivitas fisik yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan fisik anak. "Aktivitas fisik yang sesuai berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan peningkatan konsentrasi anak," ujarnya dengan keyakinan.
Baca juga: Inilah Tips Jaga Buah Hati agar Sehat Saat Perubahan Iklim
Rini juga memberikan contoh konkret tentang bagaimana intensitas, jenis aktivitas, dan durasi harus disesuaikan dengan perkembangan usia anak. "Mengenali perbedaan ini menjadi kunci untuk memberikan pengalaman aktivitas fisik yang bermakna dan mendukung pertumbuhan optimal anak," paparnya.
Rini berpesan kepada orangtua, pendidik, dan pembuat kebijakan agar lebih memahami esensi penyesuaian aktivitas fisik dengan tahapan tumbuh kembang anak. "Dengan memahami karakteristik perkembangan setiap usia, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak dalam mencapai potensi maksimal mereka," ujarnya.
"Dengan membawa pemahaman ini ke dalam tindakan, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak kita dalam mencapai potensi maksimal mereka." (Z-3)
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Program ini akan hadir dalam berbagai edisi, baik akademik maupun non-akademik, sehingga setiap Si Kecil memiliki kesempatan untuk bersinar sesuai potensinya.
Tahap awal pembekalan akan difokuskan pada asesmen pertumbuhan anak untuk mendeteksi terjadinya gizi kurang, gizi buruk, dan obesitas yang dapat mengganggu perkembangan anak.
Tiga pilar utama kesehatan anak—pemeriksaan berkala, vaksinasi, dan nutrisi seimbang—jadi kunci pencegahan untuk masa depan yang sehat dan cerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved