Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS fisik pada anak akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari anak hingga usia 18 tahun. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rini Sekartini menekankan urgensi penyesuaian aktivitas fisik agar sejalan dengan karakteristik anak.
"Batasan usia anak dari balita hingga 18 tahun memiliki ciri khas tersendiri untuk tumbuh kembangnya. Aktivitas fisik harus disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak dan tidak boleh terlalu sederhana atau melebihi batas keseruan yang sehat," ujarnya.
Rini merinci setiap tahapan tumbuh kembang mencakup balita, anak usia 2 tahun, 6 tahun, hingga remaja 18 tahun. "Setiap tahapan membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam aktivitas fisik, seiring dengan perkembangan fisik dan emosional anak," ungkapnya.
Baca juga: Cara Mengatasi Anak Tantrum, Kenali Ciri dan Penyebab
Lebih lanjut, Rini menyoroti bahwa penyesuaian tersebut mencakup aspek intensitas, jenis aktivitas, dan durasi. "Penting untuk tidak hanya memahami kebutuhan fisik, tetapi juga aspek-aspek pengembangan lainnya seperti keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan peningkatan konsentrasi," tambahnya.
Sebagai seorang ahli pediatri, Rini menekankan aktivitas fisik yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan fisik anak. "Aktivitas fisik yang sesuai berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan peningkatan konsentrasi anak," ujarnya dengan keyakinan.
Baca juga: Inilah Tips Jaga Buah Hati agar Sehat Saat Perubahan Iklim
Rini juga memberikan contoh konkret tentang bagaimana intensitas, jenis aktivitas, dan durasi harus disesuaikan dengan perkembangan usia anak. "Mengenali perbedaan ini menjadi kunci untuk memberikan pengalaman aktivitas fisik yang bermakna dan mendukung pertumbuhan optimal anak," paparnya.
Rini berpesan kepada orangtua, pendidik, dan pembuat kebijakan agar lebih memahami esensi penyesuaian aktivitas fisik dengan tahapan tumbuh kembang anak. "Dengan memahami karakteristik perkembangan setiap usia, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak dalam mencapai potensi maksimal mereka," ujarnya.
"Dengan membawa pemahaman ini ke dalam tindakan, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung anak-anak kita dalam mencapai potensi maksimal mereka." (Z-3)
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Screen time yang tidak tepat dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang anak secara signifikan.
Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Menurut dr. Ray, sistem pencernaan bukan hanya berfungsi untuk mencerna makanan, tetapi juga berperan langsung dalam proses pertumbuhan otak dan kemampuan kognitif anak.
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved