Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 2.248 Perwira Transportasi Laut Politeknik Pelayaran Banten dilantik oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pelantikan dilakukan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Ahmad Para perwira yang dilantik terdiri dari Program Diklat Pelaut Peningkatan Serta Program Diklat Pelaut Pembentukan dan Diploma III Politeknik Pelayaran Banten.
Lulusan Program Diklat Pelaut Tingkat II, III, IV, dan V Bidang Keahlian Nautika dan Teknika, Diklat Pelaut Pembentukan III dan IV, dan Diploma III yang dilantik telah mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai IMO Model Course 7.01, 7.02, 7.03 dan 7.04 dengan sistem dan metode pembelajaran sesuai masa studi masing-masing.
Upacara pelantikan dan pelepasan perwira transportasi kali ini mengusung tema “Perwira Transportasi Laut yang Unggul, Berdaya Saing dan Berbasis Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045”.
Baca juga : Politeknik Pelayaran Banten Gelar Bon Voyage 887 Perwira Transportasi Laut
Tema itu bertujuan memberi pemahaman secara inklusif kepada masyarakat, khususnya sektor maritim untuk Perwira Transportasi yang unggul merupakan modal untuk mampu bersaing dan berkompetisi di dunia kerja. Soft skill dan hard skill yang harus senantiasa ditambah dan diperbaharui agar menyesuaikan dengan kemajuan teknologi yang semakin modern.
Ahmad mengatakan, pelaut Indonesia merupakan sumber daya maritim potensial untuk mewujudkan visi poros maritim dunia.
“Saya mengimbau saudara-saudari memahami betul peran saudara dan dengan semangat mendedikasikan ilmu yang didapat selama pendidikan dan pelatihan guna mewujudkan visi misi tersebut” ujarnya.
Baca juga : Usung Zero Accident, KSOP Gresik Sosialisaikan Keselamatan Pelayaran
Ahmad mengucapkan selamat atas keberhasilan para wisudawan dalam menyelesaikan pendidikan dan pelatihan dan siap untuk mendharmabaktikan diri untuk mempertahankan dan meningkatkan kejayaan Indonesia di laut.
Ia juga mengapresiasi sivitas akademika Poltekpel Banten, khususnya para dosen dan instruktur dalam upaya mendidik dan melatih para generasi maritim Indonesia sehingga mampu melahirkan perwira-perwira transportasi laut yang unggul dan berdedikasi tinggi serta berperan aktif pada perkembangan dunia maritim guna mewujudkan Indonesia emas 2045 melalui sektor maritim.
Momen pelantikan dan pelepasan itu juga dibarengi penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa perusahaan pelayaran.
Baca juga : Rayakan Hari Pelaut Sedunia, Kemenhub Gelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Bali
Poltekpel Banten juga menggelar pelaksanaan sistem Delivery On atau pemberian ijazah secara langsung kepada para wisudawan setelah selesai pelaksanaan upacara pelantikan.
Seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan proses diklatnya dan dinyatakan lulus serta melengkapi seluruh administrasi dapat langsung mengambil ijazah di loket pelayanan Gedung satu atap Politeknik Pelayaran Banten. (Z-5)
Baca juga : Bung Tomo Siap Bawa Para Pemudik Pulang Kampung untuk Berlebaran
BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
IPC TPK di penghujung tahun 2025 dengan melayani tambahan layanan adhoc (Adhoc Service) dari perusahaan pelayaran global, CMA CGM.
Gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan selatan dan ketinggian 1,25-2,5 meter di perairan utara berpotensi disertai hujan badai dan petir berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
PT ASDP Indonesia Ferry berhasil mencatatkan kinerja solid sepanjang Semester I-2025 di tengah dinamika pasar transportasi nasional.
Pemerintah menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.
DIREKTUR Utama IPC Terminal Petikemas (TPK) Guna Mulyana mengungkapkan ketegangan geopolitik global berdampak pada terhambatnya pembukaan rute pelayaran.
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved