Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Masyarakat Mengeluh Tiket Pesawat Mahal, Kemehub : Tidak Direct

Media Indonesia
17/3/2026 17:37
Masyarakat Mengeluh Tiket Pesawat Mahal, Kemehub : Tidak Direct
Ilustrasi.(Antara Foto)

TIKET pesawat mahal dikeluhkan oleh masyarakat saat arus mudik lebaran 2026. Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan mahalnya tiket pesawat karena ada skema transit yang ada di luar tarif batas atas.

 Direktur Angkatan Udara Ditjen Hubud Kemenhub Agustinus Budi H menjelaskan skema transit di luar perhitungan tarif batas atas. Sebab itu hanya didesain untuk penerbangan langsung atau direct flight.

"Kalau kami lihat pemberitaan di media sosial itu, mahalnya sebenarnya karena harga tiket tadi tidak direct (langsung) rutenya," ujar dia di Jakarta, Selasa (17/3).

Penerbangan tidak langsung, sambung dia, misalnya dari Cengkareng ke Padang namun transit di Yogyakarta. Agustinus menyampaikan skema tarif batas atas merupakan aturan yang ditentukan beberapa tahun lalu. Itu diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Ia mengatakan nilai tukar rupiah pada 2019 sebesar Rp14.000 per dolar AS. Sedangkan biaya avtur masih Rp10.000. 

Agustinus lebih jauh menjelaskan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah yakni Rp17.000 per dolar AS. Ditambah lagi ada kenaikan biaya avtur menjadi Rp16.000.

"Harusnya mengalami perubahan (tarif batas atas), karena memang negara kita memberlakukannya TBA dan TBB (Tarif Batas Bawah)," ucap dia. 

Karena tidak ada penyesuaian tarif, ia mengatakan maskapai memberlakukan tarif batas atas ketika peak season seperti lebaran.

Menurutnya dari hasil pengawasan Kemenhub di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, tiket pesawat dijual sesuai aturan. Ia mengatakan harga tiket pesawat memperhitungkan keberlangsungan bisnis maskapai. (Ant/H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya