Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA makan menjadi kunci utama para diabetesi (sebutan bagi penderita diabetes) dalam mengontrol kadar gula darahnya.
Namun, masalah yang masih sering menghantui para diabetesi adalah kekhawatiran akan lonjakan gula darah tinggi setelah makan. Terlebih jika porsi maupun jenis makanan yang dikonsumsi tidak terkontrol.
“Di dalam tubuh, makanan yang mengandung karbohidrat akan dipecah menjadi gula dan diserap ke dalam darah. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan kadar gula darah,” tutur dr. Clariesta Diella M.Gizi, SpGK.
Baca juga: Bekerja di Ruangan tanpa Ventilasi dapat Memperburuk Gejala Diabetes tipe 2
Kondisi kadar gula darah yang tidak stabil dapat mengganggu kinerja reseptor insulin yang menjadi penyebab utama penyakit diabetes. Insulin sendiri merupakan hormon yang berfungsi menyerap gula dan menyalurkannya ke sel-sel tubuh untuk menjadi sumber energi.
Solusi Kontrol Gula Darah
Menanggapi hal ini, PT. Mganic Naturindo Cemerlang (mGanik) mengeluarkan Metafiber sebagai solusi pengontrol kadar gula darah setelah makan.
Metafiber merupakan minuman serat alami pemblokir glukosa untuk penderita diabetes. Kandungan psyllium husk, inulin, dan fruktooligosakarida (FOS) membuat Metafiber dijuluki sebagai SugarBlocker®.
“Inovasi ini merupakan yang pertama di Indonesia. Kini diabetesi tetap bisa makan enak sesuai dengan anjuran dokter tanpa perlu mengkhawatirkan lonjakan gula darah tinggi,” ujar Michael Candiago selaku CEO mGanik dalam keterangan, Minggu (15/10).
Baca juga: Mahasiswa FKK UMJ Temukan Alternatif Makanan Pengidap Diabetes Melitus
"Metafiber bekerja dengan cara yang spesial. Berdasarkan jurnal penelitian The American Journal of Clinic Nutrition – Metabolic Research Center, serat pada Metafiber tidak seperti serat pada umumnya yang biasa kita temukan dalam sayur dan buah," jelas Candiago,.
Serat psyllium merupakan serat larut air yang membentuk gel di dalam saluran pencernaan. Gel tersebut akan menyerap gula yang dibawa oleh makanan dan akan dibuang melalui pencernaan, sehingga penyerapan gula ke dalam aliran darah akan terhambat.
Baca juga: Daftar Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Diabetes
"Keunggulan inilah yang mGanik olah menjadi sebuah Metafiber terbaik bagi diabetesi di Indonesia," jelasnya..
“Kami ingin membantu diabetesi dan penderita gangguan metabolik lainnya agar bisa memiliki kesehatan jangka panjang secara alami tanpa ketergantungan obat. Salah satu caranya dengan suplemen Metafiber ini,” tutup Michael.(S-4)
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Penelitian terbaru ungkap sari lemon dapat memperlambat pencernaan pati dan menekan lonjakan gula darah setelah makan karbohidrat.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya ada faktor lain.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Latihan kekuatan atau angkat beban dapat memberikan manfaat yang lebih besar daripada olahraga lari, khususnya dalam mengontrol gula darah dan mengurangi lemak tubuh.
Ahli nutrisi menyarankan konsumsi serat cukup, diet seimbang, pengaturan waktu makan, pengelolaan stres, dan asam lemak omega-3
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Tren fibermaxxing atau konsumsi serat berlebihan picu masalah pencernaan dan defisit nutrisi. Simak takaran serat harian ideal menurut ahli gizi di sini.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis peringatkan bahaya kurang serat saat puasa yang bisa menyebabkan masalah pencernaan mulai dari sembelit, hemoroid, hingga gangguan mikrobiota usus dan mental.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved