Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUBAHAN pola makan selama bulan Ramadan sering kali membuat seseorang mengabaikan komposisi nutrisi yang tepat saat sahur dan berbuka. Salah satu masalah yang paling sering muncul adalah pengabaian asupan serat, yang jika dibiarkan dapat memicu gangguan kesehatan serius.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, mengingatkan bahwa kekurangan asupan serat selama berpuasa merupakan pemicu utama masalah pencernaan.
Ia menyoroti fenomena sembelit atau susah buang air besar yang kerap dikeluhkan umat Muslim saat menjalani ibadah puasa.
"Yang paling sering terjadi saat asupan serat kurang itu sembelit. Banyak orang puasa mengalami sembelit dan perut tidak nyaman karena seratnya tidak cukup," kata Rita, Rabu (18/2).
Menurut Rita, penurunan konsumsi sayur dan buah-buahan akibat perubahan jadwal makan menjadi faktor utama kebutuhan serat harian tidak terpenuhi.
Sebagai dosen di Universitas Faletehan Serang, ia menjelaskan bahwa serat memiliki peran mekanis dalam sistem pencernaan manusia.
Saat asupan serat rendah, pergerakan usus akan melambat. Hal inilah yang menyebabkan proses pembuangan sisa makanan menjadi tidak lancar dan menimbulkan rasa begah atau tidak nyaman di area perut.
Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, risikonya tidak lagi sekadar sembelit biasa.
"Sembelit berkepanjangan dapat memicu peradangan dan meningkatkan risiko hemoroid (wasir)," tuturnya memperingatkan.
Lebih jauh, Rita memaparkan bahwa fungsi serat tidak terbatas pada urusan "belakang" saja. Serat juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan metabolik tubuh.
Minimnya serat dapat menyebabkan kontrol penyerapan zat gizi menjadi kurang optimal, yang berujung pada lonjakan kadar gula dan lemak dalam darah.
Selain itu, ia menjelaskan hubungan unik antara pencernaan dan kondisi psikologis. Serat merupakan sumber makanan utama bagi mikrobiota atau bakteri baik di dalam usus.
Jika populasi bakteri baik ini menurun akibat kurangnya asupan serat, dampaknya bisa merembet ke kesehatan mental.
"Kesehatan mikrobiota usus juga berkaitan dengan kesehatan mental. Jadi kalau asupan serat kurang, efeknya tidak hanya ke pencernaan, tapi bisa berdampak lebih luas," jelas Rita.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat sangat ditekankan untuk menjadikan sumber serat sebagai elemen wajib dalam piring makan, baik saat sahur maupun berbuka.
Bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian harus dikonsumsi secara konsisten.
Dengan terpenuhinya kebutuhan serat, diharapkan masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi fisik yang prima tanpa terganggu oleh masalah pencernaan maupun ketidakseimbangan metabolik. (Ant/Z-1)
Menjaga asupan gizi selama bulan puasa menjadi kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Dalam hal serat, asupan yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.
Serat bukan sekadar pelengkap pola makan, melainkan komponen vital dalam menjaga kesehatan pencernaan, mengendalikan kolesterol, hingga mendukung ekosistem bakteri baik di dalam tubuh.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Menjaga asupan gizi selama bulan puasa menjadi kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hari.
DALAM rangka menyambut bulan suci Ramadan, Hotel Santika Premiere Bintaro menghadirkan promo spesial bertajuk Sacred Flavors of Ramadhan mulai 18 Februari hingga 19 Maret 2026.
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
SEHARI menjelang Ramadan, Pemerintah Kota Tangerang menerbitkan aturan pembatasan jam operasional rumah makan dan tempat hiburan malam selama Ramadan 1447 H/2026.
JELANG bulan suci Ramadan, jajaran Polresta Cirebon menyita ratusan botol minuman keras (miras) melalui razia penyakit masyarakat (pekat) di sejumlah wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved