Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR kesehatan anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Banten Novitria Dwinanda mengatakan anak dengan obesitas tidak hanya ditandai pipi tembam, tetapi juga leher yang hitam dan tidak bisa dihilangkan.
"Anak dengan obesitas, lehernya hitam. Itu bukan dakian. Mau disikat kayak apa juga tidak akan hilang," ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah - Puri Indah itu di Jakarta, Selasa (8/8).
Novitria menuturkan warna hitam di leher menggambarkan adanya resistensi insulin atau metabolisme insulin yang sudah tidak baik. Dia menyarankan agar orangtua yang menemukan ada garis hitam pada leher anak untuk segera memeriksakan kadar gula darah sang anak.
Baca juga: Orangtua Diingatkan untuk Menerapkan Makan Terjadwal pada Anak
Menurut Kementerian Kesehatan, warna hitam pada leher ini disebut sebagai Acanthosis Nigricans (AN) atau kelainan kulit pada anak dan remaja gemuk.
Anak dengan AN dikatakan memiliki kemungkinan sebanyak 1,6 hingga 4,2 kali lebih besar mengalami hiperinsulinemia atau kondisi terlalu banyak insulin dalam tubuh, dibandingkan anak yang tidak mengalami kelainan sama.
Hubungan ini yang memperkuat bahwa AN berhubungan dengan diabetes melitus tipe 2.
Baca juga: Ini Pentingnya Asupan Nutrisi pada 1.000 HPK Anak
Selain leher hitam, tanda lain anak mengalami obesitas yakni memiliki leher yang pendek, perut buncit, kakinya agak bengkok, kerap merasa mudah mual, kembung, hiperkolesterol, perlemakan hati, siklus menstruasi terganggu (pada anak perempuan) dan mengalami mikropenis atau ukuran penis lebih kecil dari normal (pada anak laki-laki).
"Obesitas itu berdampak hingga metabolisme. Dia bisa mengalami hipertensi, diabetes melitus tipe 2. Dia masih usia di bawah 10 tahun sudah mengalami itu nanti 30 tahun lagi bagaimana," kata Novitria.
Demi menghindari anak terkena obesitas, ada sejumlah hal yang bisa orangtua terapkan pada anak antara lain memastikan agar anak mereka tidak makan sambil menonton televisi, membatasi penggunaan gawai, memperbanyak aktivitas di luar ruangan.
Selain itu, membiasakan makan dengan keluarga, membiasakan selalu sarapan sehat, membiasakan membawa bekal makanan sehat dan air putih dari rumah.
Kemudian, membatasi makanan siap saji dan pangan olahan, jajanan dan makanan selingan yang manis, asin dan berlemak, mengonsumsi aneka ragam pangan dan menghindari minuman ringan dan bersoda. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved