Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPUTI Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Nahar mengungkapkan bahwa lemahnya peran keluarga dalam pola asuh menjadi salah satu faktor penyebab anak menjadi pelaku kejahatan.
"Di pengasuhan itu misalnya orang tua mendidik pakai pukulan, pakai bentakan, pengabaian, perkataan yang tidak baik, dan mengancam," katanya saat dihubungi pada Senin (22/5).
Apabila orang tua tidak bisa menghargai anak, menurut Nahar maka anak tersebut berpotensi menjadi pelaku kekerasan atau kejahatan. "Ketika hal itu terjadi, anak itu menjadi rentan baik secara fisik maupun psikis karena anak dibentuk dengan pola yang keliru," ucap Nahar.
Baca juga: Asmirandah Terapkan Pola Asuh dengan Bantuan Dokter
Perilaku keliru yang diberikan kepada anak bisa membuat jiwa anak menjadi labil yang membuat anak tidak ingin mendapatkan apapun termasuk perhatian dari orang tua.
Nahar memaparkan upaya relevan yang bisa dilakukan untuk mencegah anak menjadi pelaku kejahatan bisa dimulai dari lingkup individu anak, lingkup keluarga atau sekolah, lingkup teman sebaya, lingkup masyarakat, dan terakhir lingkup pemerintah.
"Dari lingkup individu bisa membekali anak dengan keterampilan dan literasi digital, dari lingkup keluarga dan sekolah saat ini sudah ada sekolah ramah anak, melakukan disiplin positif pada pola pengasuhan dan mendidik anak," jelasnya.
Baca juga: Kekerasan Anak Muncul dari Pola Asuh yang Rusak
Dari lingkup teman sebaya, Nahar menjelaskan KemenPPPA memiliki program yang mendorong anak-anak yang membangun forum anak.
Upaya di masyarakat bisa dilakukan mendorong masyarakat untuk terlibat dalam rangka memberikan perlindungan anak diantaranya program Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah mendorong serta memfasilitasi lahirnya desa atau kelurahan ramah perempuan dan peduli anak. (Z-6)
SELAMA puluhan tahun, Indonesia terjebak dalam delusi bahwa mutu pendidikan bisa ditingkatkan hanya dengan menyuntikkan dana ke sekolah atau mengganti label kurikulum
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Child grooming bisa berawal dari kedekatan semu. Orangtua jadi benteng pertama dengan parenting protektif: anak aman bercerita, paham batasan, dan mengenal emosi.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
Beberapa buah yang dianggap "sehat" dan "baik untuk jantung" bisa memicu peradangan, memperburuk aliran darah, serta memperlemah kekuatan kaki dengan cara yang tidak terlihat.
Bepergian dengan balita bisa jadi tantangan, terutama terkait tidur dan kenyamanan. Simak tips orang tua menghadapi penerbangan panjang.
Salah satu fitur unggulan dari Omni C28 adalah HydroJet Self-Clean Roller Mop.
Inul Daratista menyebutkan bahwa selama bulan puasa, intensitas kebersamaan dengan suaminya, Adam Suseno, meningkat drastis.
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Sebelum wafat, James Van Der Beek berbagi kisah haru tentang melepas topeng 'Superman' di depan anak-anaknya demi menghadapi kanker usus bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved