Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Banyaknya aksi kekerasan yang dilakukan anak atau remaja akhir-akhir ini bukanlah fenomena random yang terjadi begitu saja. Kejahatan itu terjadi karena buruknya pola asuh orang tua pada masa kini.
"Anak itu menjadi kasar karena kurang diasuh orang tuanya. Kasar karena orang tuanya suka mengucapkan kata kasar, melihat orang tuanya kasar. Itu psikologi anak," ujar rektor Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NWDI Pancor Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi melalui keterangan tertulis, Kamis (27/4).
TGB melanjutkan bila merujuk dari apa yang disampaikan oleh Ulama Syeikh Abdul Jailani, itu termasuk dari penyakit kehidupan. Penyakit kehidupan, lanjutnya, muncul tiga perkara, yaitu tabiat yang rusak, kebiasaan yang ditetapkan, dan pertemanan yang buruk.
Baca juga: Anak AG Divonis 3,5 Tahun Penjara, Apa Kata Jaksa?
"Ini adalah bagian dari tabiat yang rusak dan itu adalah hal yang haram. Psikologi barat memang tidak menyampaikan ini, tetapi dalam Islam aspek ini kuat," jelasnya.
Hal tersebut disampaikan TGB sebagai respons dari fenomena anak muda yang menganiaya pemuda lain hingga koma. Bahkan sempat menggegerkan satu Indonesia.
Baca juga: Penganiayaan oleh Anak Perwira Polda Sumut, CCTV Rumah Rusak
Bahkan, baru-baru ini, muncul kasus terbaru yang hampir sama. Lebih parahnya, ayah pelaku yang merupakan perwira polisi hanya menonton tanpa melerai.
Saat seseorang berada dalam kondisi tertekan, bagian otak yang disebut amigdala dapat mengambil alih kendali.
Viona merupakan atlet dari Jawa Timur yang berani mengungkap dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan olahraga.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Perkara yang diduga terjadi di pelatnas itu telah masuk ke ranah hukum setelah sejumlah atlet secara resmi melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Seorang mahasiswa UIN Suska Riau dibacok sesama rekan menggunakan kapak saat menunggu sidang proposal. Simak kronologi dan dugaan motif asmaranya.
ANGGOTA Satgas Remaja IDAI memaparkan alasan remaja seringkali melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi atau dampak setelahnya, yang kerap disebut dengan istilah kenakalan remaja.
Kasus tawuran antar kelompok remaja yang diduga menewaskan satu orang di Jalan Taruna Jaya, Cibubur, Jakarta Timur, masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Ketua Pengurus Surau Gadang Darus Salikin, Defri menekankan pentingnya mengenalkan Tahun Baru Islam sebagai identitas dan budaya umat Muslim.
FSGI menilai hal itu merupakan kebijakan instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku.
Enam remaja yang hendak tawuran di kawasan Jalan Pal Putih, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat.
Dedi Mulyadi merencanakan program militer bagi orang dewasa yang kerap nongkrong di perempatan, mabuk-mabukan, tawuran, hingga pelaku tindak pidana ringan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved