Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satgas Bencana Ikatan Dokter Anak Indonesia Kurniawan Taufiq Kadafi mengungkapkan ada cara untuk mengantisipasi ancaman kesehatan bagi anak di tengah krisis perubahan iklim. Kadafi mengungkapkan ada beberapa hal yang perlu dilakukan, di antaranya: beradaptasi dengan memberikan edukasi yang masif kepada masyarakat agar bisa melakukan penanganan di situasi darurat.
Langkah lain yang bisa membantu mengurangi dampak perubahan iklim adalah dengan mengembangkan jaringan transportasi umum, mendukung masyarakat menggunakan sepeda dalam melakukan aktivitas sehari-hari sehingga mengurangi polusi udara, kebisingan serta meminimalkan kecelakaan kendaraan bermotor.
"Selain itu, teknologi ramah lingkungan dengan menggunakan tenaga surya juga perlu dikembangkan untuk mengurangi pemakaian gas emisi," beber dia.
Baca juga : 4 Dampak Perubahan Iklim pada Anak
Bagi orang tua dan tenaga kesehatan, upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan anak, antara lain melakukan optimalisasi imunisasi dan mempermudah akses pelayanan kesehatan, mengajarkan anak-anak agar menggunakan energi ramah lingkungan seperti energi tenaga surya, memahami indikator kualitas udara serta pengenalan dini serta respon terhadap fenomena alam atau kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim.
Selain itu, diperlukan juga identifikasi individu yang rentan mengalami permasalahan kesehatan sehingga bisa diantisipasi secara dini.
Pemerintah perlu juga mengembangkan program profil kesehatan terkait dengan iklim, sehingga masyarakat mengetahui secara umum tentang permasalahan kesehatan yang terkait dengan perubahan iklim baik secara langsung atau tidak langsung.
Baca juga : Inilah Tips Jaga Buah Hati agar Sehat Saat Perubahan Iklim
"Pemerintah juga harus melanjutkan program pengendalian vektor untuk mencegah penyakit-penyakit yang ditularkan melalui vektor. Dalam hal komunitas pemerintah dan masyarakat perlu melindungi kualitas dan suplai air minum dan air bersih, mendukung pertanian lokal serta, mengembangkan kemitraan dan kerjasama lintas sektoral untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap kesehatan secara umum dan kesehatan anak secara khusus," pungkas dia. (Ata/Z-7)
PENYAKIT cacingan masih menjadi persoalan kesehatan yang banyak dialami anak-anak di Indonesia. Kebiasaan sederhana yang kerap dianggap sepele bisa menyebabkan cacingan.
Vaksinasi tepat waktu berperan penting melindungi anak dari penyakit berbahaya. Kenali manfaat imunisasi, risikonya jika ditunda, dan alasan orangtua perlu patuh jadwal.
Dokter spesialis anak subspesialis infeksi dan penyakit tropik menjelaskan virus varicella zoster dapat menetap secara laten di sistem saraf dan dapat aktif kembali menjadi herpes zoster.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
ISTILAH superflu kini sedang menjadi tren di luar negeri, yakni varian virus K dari influenza A (H3N2). Ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mencegah anak tertular.
PENYAKIT ISPA kerap terjadi pada anak. ISPA menjadi penyakit yang bisa mengancam kesehatan anak. ISPA merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan bagian atas.
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved