Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
GULA darah yang tidak terkontrol bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh. Hal itu dikatakan Dokter Spesialis Gizi Klinik Mellyana Atmanegara.
"Jadi, memang komplikasi dari pada diabetes itu ketika dia tidak terkontrol gula darahnya. Hal ini bisa merusak organ seperti ginjal, gigi, mulut, dan jantung," kata Mellyana, dikutip Sabtu (15/4).
Menurut Mellyana, seharusnya orang dengan diabetes tetap menjaga gula darahnya terkontrol. Biasanya diabetes ada yang bersifat tanpa gejala.
Baca juga: 30 Persen Pengidap Diabetes Berisiko Alami Gangguan Mata
"Karena dia (diabetes) sebenarnya sudah menggerogoti dalam tubuh. Kalau dia tidak terkontrol akan tertimbun di pembuluh darah dan jika tidak berubah menjadi energi, maka dia akan merusak organ-organ dalam tubuh," terangnya.
Ia menyebut diabetes terbagi menjadi dua jenis yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Meskipun memiliki gejala yang sama, ada perbedaan di antara keduanya, baik itu penyebab maupun pengobatannya.
"Untuk diabetes tipe 1 biasanya terjadi pada anak dan remaja. Jadi insulinnya betul-betul tidak berfungsi, jadi dia harus menggunakan insulin sebagai terapi," ujar Mellyana.
Baca juga: Ini yang Harus Diperhatikan Pasien Diabetes Saat Berpuasa Agar tidak Terjadi Komplikasi
Sementara, diabetes tipe 2 sering terjadi pada orang dewasa dengan perilaku tidak sehat sehingga terkena diabetes.
"Pada diabetes tipe 2, sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap hormon insulin, meskipun produksi dan kadar hormon insulin normal," katanya.
Mellyana menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan gula orang dengan diabetes, pastinya tidak dengan gula sederhana, seperti karbohidrat.
"Sederhana itu biasanya kita kenal dengan karbohidrat. Sebaiknya menggunakan karbohidrat kompleks. Itu mengandung serat yang tinggi, lebih lama dicerna, dan bisa mengontrol kadar gula darah orang diabetes supaya dia dalam keadaan baik," pungkas Mellyana. (Ant/Z-1)
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
MOMEN lebaran selalu identik dengan camilan dengan tinggi gula yang sering ditemui di kue nastar, putri salju, atau pun cokelat kacang.
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved