Kamis 02 Maret 2023, 20:22 WIB

Obesitas di Perkotaan Lebih Tinggi

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Obesitas di Perkotaan Lebih Tinggi

Ist/Ensiklopedia
Ilustrasi obesitas

 

KETUA Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan angka obesitas di perkotaan lebih tinggi dibanding penduduk yang berdomisili di perdesaan.

"Sekitar 40 persen orang di Jakarta itu buncit atau obesitas sentral dan itu lebih berbahaya karena kaitanya dengan hipertensi, diabetes dan seterusnya," kata Piprim di Gedung PB IDI, Jakarta Pusat, Kamis (2/3).

Menurutnya saat ini obesitas sudah menjadi epidemi dalam arti sudah banyak kasus obesitas dan dalam waktu cepat. Ia mencontohkan di Eropa tahun 2001 sekitar 1 persen dan 2016 angkanya menjadi 11 persen. di Indonesia sekitar 10-11 persen.

Baca juga: Obesitas Bisa Tingkatkan Sindrom Metabolik Pemicu PTM

Salah satu komplikasi terbesar dari obesitas yakni diabetes, diabetes tipe 2 jenis. tipe 1 yakni tubuh tidak bisa memproduksi insulin karena pankreas mengalami kerusakan sehingga tidak bisa produksi insulin. Padahal insulin hormon untuk metabolisme gula ketika tidak ada insulin maka gulanya tidak bisa dicerna oleh sel.

"Ini yang membuat diabetes ini memerlukan suntikan insulin sepanjang hidupnya. Sehingga deteksi awal dibawa berobat, nanti problemnya adalah remaja bosan disuntik, bosan periksa darah sehingga butuh bantuan medis dan sosial," paparnya.

Sementara diabetes tipe 2 biasanya muncul di 40 tahun ke atas menjadi ke anak-anak, jadi sudah banyak anak-anak yang alami diabetes tipe 2 murni karena gaya hidup.

Terdapat sedikit faktor genetik tetapi faktor gaya hidup yang sangat penting. Jika dilihat tipe 2 adalah resisten insulin. Kalau anak-anak sering konsumsi gula tinggi, pemanis murah, softdrink sehingga bisa jadi obesitas dan menjadi diabetes tipe 2 jadi 70 persen anak diabetes adalah obesitas.

"Diabetes bahaya jangka panjang dia bisa masuk komplikasi degeneratif bisa kena mata retina mata atau buta, ginjal kronik, serangan jantung, stroke, dan menyumbat pembuluh darah," ungkapnya.

Sebelumnya Direktur P2PTM Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti menyebutkan bahwa risiko terbesar dari obesitas yaitu penyakit jantung dan merupakan penyakit menyebabkan kematian pertama paling tinggi.

"Juga diabetes dan penyakit ginjal. Obesitas berkontribusi juga pada penyakit diabetes. Penduduk juga menyukai yang manis-manis, penduduk Indonesia baik itu dari jenis kelamin, itu mengonsumsi gula lebih dari 50 gram per hari," ujarnya.

Baca juga: Upaya Promotif dan Preventif Bantu Pengendalian Penyakit Obesitas

Ia menyebutkan jika dilihat dari kelompok umur tertinggi 6,2% pada usia 0-4 tahun. Kemudian usia 19-55 tahun sekitar 13,3 % sementara usia di atas 55 sebesar 13,7%. Pengonsumsi gula pada jenis kelamin laki-laki sekitar 15,5% dan pada perempuan yaitu 7,1%.

"Bahwa proporsi kebiasaan konsumsi minuman manis pada usia lebih 3 tahun penduduk Indonesia sekitar 8,51% mengonsumsi minuman manis 3 kali per bulan. Yang konsumsi minuman manis sekitar 1-6 kali sebulan ada sekitar 30,22%," jelasnya.

"Nah ini yang paling mengkhawatirkan sebanyak 61,27% penduduk Indonesia konsumsi minuman manis satu atau sama dengan lebih dari satu kali per hari," pungkasnya. (OL-17)

Baca Juga

Antara

Kemenparekraf Paparkan Skenario Sambut Libur Lebaran 1444 H

👤Antara 🕔Rabu 29 Maret 2023, 00:54 WIB
Kemenparekraf telah mempersiapkan sejumlah upaya dalam menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 1444...
FIF Group

FIFGroup Resmikan Pemasangan Solar Panel di Cabang Medan

👤RO 🕔Selasa 28 Maret 2023, 23:32 WIB
Satu unit solar panel itu mampu menyuplai kebutuhan listrik di sebanyak 24 rumah dengan daya 450 watt atau setara dengan 12 rumah dengan...
AFP/Abdel Ghani Bashir

Komnas Haji Apresiasi Kesepakatan Komisi VIII DPR RI dan Kemenag tentang Penambahan Bipih Jemaah Haji 2023

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 28 Maret 2023, 23:24 WIB
KOMISI VIII DPR RI telah menyepakati penambahan nilai manfaat Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 2023 atau 1444 H bagi calon jemaah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya