Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DIET merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh seseorang dengan cara mengurangi atau merubah pola dan jenis konsumsi dari makanan demi kepentingan kesehatan dan kebugaran tubuh. Banyak orang mengeluhkan aktivitas diet, karena dianggap melelahkan.
Namun, sebenarnya anda dapat melakukan diet dengan puasa atau dikenal dengan diet intermittent fasting.
Diet intermittent fasting atau diet puasa adalah kegiatan mengatur pola makan dengan cara melakukan penyetopan total konsumsi makanan selama beberapa waktu, tetapi anda tetap dapat mengonsumsi minuman. Artinya, anda tidak secara berkala mengurangi porsi makanan anda, alih-alih melakukan penyetopan dalam jangka waktu tertentu.
Dengan melakukan diet puasa, anda secara perlahan-lahan dapat membantu mengatur pola makan yang lebih berkurang dibanding sebelumnya. Hal ini dapat membantu menciptakan tubuh yang lebih ramping. Selain itu, diet inidapat membantu mengendalikan tekanan darah, kolesterol tinggi, dan mengoptimalkan pembakaran lemak yang lebih pada tubuh.
Karena fokus dari diet ini ialah melakukan penyetopan konsumsi makanan dalam jangka waktu tertentu. Berikut cara melakukan diet intermittent fasting dilansir dari laman hellosehat.
1. The 16/8 method.
Metode puasa ini dilakukan dengan cara melakukan puasa selama 16 jam dan melakukan kegiatan konsumsi makan pada 8 jam setelahnya. Misalnya, anda dapat melakukan kegiatan konsumsi makanan dimulai dari jam 12 siang lalu dilanjut pada jam 8 malam. Lalu, dari jam 8 malam hingga jam 12 siang ke depan, anda diwajibkan untuk melakukan puasa makanan, tetapi tetap dapat mengonsumsi minuman.
2. Eat-Stop-Eat.
Metode ini membuat anda untuk melakukan puasa penuh selama 24 jam dalam sebuah periode waktu, misalnya per minggu atau per bulan. Barang kali anda tidak dapat melakukannya secara penuh selama 24 jam penuh, anda dapat melakukannya secara bertahap hingga dapat memenuhi 24 jam.
3. The 5:2 Diet.
Metode ini dilakukan dengan melakukan pengurangan konsumsi kalori hingga 25%. Metode ini dapat dilakukan dengan cara mengurangi porsi makanan, baik itu mulai dari karbohidrat hingga protein. Metode ini dilakukan selama 2-3 kali dalam satu periode waktu. Disarankan ialah per minggu. Di lain jadwal tersebut, anda dapat mengonsumsi makanan dengan porsi normal. (OL-14)
Diet OMAD sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, khususnya oleh individu yang baru mencoba pola puasa. Sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, apalagi bagi pemula.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Carnivore diet diklaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat karena tinggi protein dan lemak. Namun, diet ini minim serat dan berisiko bagi kesehatan jantung jika dilakukan jangka panjang.
Kesalahan dalam menerapkan pola diet untuk menurunkan berat badan bisa menyebabkan tubuh terasa lemas karena kekurangan asupan gizi dan cairan.
Tim peneliti dari Cornell Food and Brand Lab menemukan berat badan sebagian besar orang relatif stabil selama musim panas. Tetapi mulai meningkat ketika liburan akhir tahun.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved