Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR gizi klinik Juwalita Surapsari mengatakan seseorang tetap membutuhkan lemak sekalipun sedang menjalani diet atau pengaturan pola makan yang lebih sehat.
"Kalau kita diet, kita tidak pakai lemak sama sekali itu salah. Tetap konsumsi lemak, tetapi pilihlah lemak-lemak yang baik supaya semua kebutuhan nutrisi bisa terpenuhi," ujar Juwalita, dikutip Rabu (1/2).
Sumber lemak baik bisa didapatkan dari ikan seperti salmon, mackerel, sarden, dan tuna, atau alpukat, biji-bijian dan telur, menurut WebMD.
Baca juga: Konsumsi Serat Cegah Obesitas dan Turunkan Risiko Diabetes
Juwalita mengatakan, lemak merupakan salah satu komponen dalam pemenuhan gizi seimbang dan ini perlu dicukupkan jumlah dalam setiap menu makan.
Selain lemak, demi mendapatkan gizi yang seimbang, seseorang juga perlu mengonsumsi sayur dan buah, kemudian sumber karbohidrat dan protein.
Bagi yang sedang menerapkan diet sehat, dia menyarankan untuk mengutamakan sumber pangan lokal yang ada di sekitar.
Pangan sumber karbohidrat misalnya tidak melulu nasi, tetapi juga bisa singkong dan bahan pangan lokal lainnya yang memiliki nilai nutrisi lebih banyak.
"Kalau berbicara tentang karbohidrat saja, sebenarnya variasinya macam-macam. Kita sangat terkenal dengan umbi-umbian, salah satunya singkong," kata dia.
Kemudian berbicara tentang protein, selain mendapatkan dari produk hewani, juga dapat melalui produk nabati demi mencukupi kebutuhan protein sehari-hari.
"Kita tentu membutuhkan protein di dalam setiap makanan kita. Setiap kali makan wajib ada protein. Protein nabatinya macam-macam, ada kacang kedelai, kacang hijau, kacang polong," tegas Juwalita. (Ant/OL-1)
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
MENINGKATNYA prevalensi obesitas di Indonesia mendorong perlunya pendekatan pengendalian yang semakin adaptif terhadap perilaku dan preferensi masyarakat.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Diet OMAD sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, khususnya oleh individu yang baru mencoba pola puasa. Sebaiknya dilakukan dengan hati-hati, apalagi bagi pemula.
Tingginya angka obesitas menjadi salah satu alasan utama masyarakat menjadikan diet sebagai resolusi tahunan.
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Diet Barat dan diet tradisional sering dibandingkan. Artikel ini membahas perbedaan, manfaat, dan dampaknya bagi kesehatan tubuh secara lengkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved