Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PADA dasarnya, kulit bayi memiliki struktur, komposisi, tingkat maturitas serta fungsi yang tidak sama dengan kulit orang dewasa.
Hal tersebut disampaikan dr. S.T. Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A, dokter spesialis anak, dalam keterangan, Selasa (17/1).
"Kulit bayi, terutama yang baru lahir, sangat halus, lembut dan belum diproteksi secara maksimal oleh sistem imunitas tubuh," kata dr.Andreas.
Oleh sebab itu, kulit bayi rawan mengalami iritasi, ruam, dan gangguan kulit lainnya.
"Bagian kulit tubuh bayi seperti leher, wajah, area popok, maupun area lipatan merupakan bagian kulit yang sangat rentan dan berisiko muncul iritasi dan ruam," jelasnya.
Hal tersebut bisa disebabkan oleh cuaca yang terlalu panas, keringat tidak dapat mengalir dengan baik.
Kulit cenderung menjadi lebih sensitif karena kehilangan kelembapan dan lemak pelindung yang menjaga kulit agar tidak kering.
"Oleh sebab itu, Ibu dapat memilih produk dengan bahan natural glycerin yang efektif untuk membantu menghidrasi atau melembapkan lapisan kulit bayi,” jelas dr.Andreas.
Untuk membantu menghidrasi atau melembapkan lapisan kulit bayi, telah tersedia tisu dapat menekan jumlah bakteri yang menempel pada kulit.
Baca juga: Inilah Tips Kurangi Ruam Popok pada Musim Hujan
"Penggunaan tisu dapat membantu menghilangkan bakteri sekitar 15 detik lebih cepat dibandingkan dengan alat pengering," kata Jason Lee, CEO Makuku Indonesia .
Oleh karena itu, tisu juga merupakan salah satu cara terbaik untuk membersihkan sisa kotoran pada kulit.
"Karena fungsinya yang penting untuk membantu menjaga kebersihan kulit, Ibu perlu menyediakan tisu kala beraktivitas bersama si Kecil," terangnya.
Lee mengatakan sebagai pilihan terbaik, saat ini Ibu dapat memilih lotion tissue yang memiliki keunggulan dibandingkan tisu biasa.
"Lotion tissue ini mengandung gliserin yang melembutkan dan melembabkan tisu. Lotion tissue juga memiliki kelembutan superior dari bahan terbaik seperti 80% wood pulp dan 20% natural glycerin yang aman ketika bersentuhan dengan kulit karena tidak kasar dan tidak kering," jelasnya.
"Sehingga lotion tissue Makuku tidak dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan aman digunakan pada kulit bayi yang sensitif," ujar Lee.
Lee menambahkan, “Sebagai bentuk komitmen Makuku terhadap kebutuhan bayi, Makuku juga menyadari pentingnya kualitas terbaik dari tissueyang digunakan oleh si kecil."
Oleh karena itu, dalam waktu dekat Makuku akan memperkenalkan keunggulan dari Makuku Air Tissue sebagai #PioneerofLotionTissue di Indonesia.
"Kini, para Ibu di Indonesia yang memiliki bayi dengan kondisi kulit yang sensitif dapat memberikan perawatan yang tepat dengan pilihan produk lotion berkualitas,” paparnya. (RO/OL-09)
Mitos seputar pemberian MPASI itu mulai dari pemberian madu untuk anak yang baru lahir, hingga larangan pemberian MPASI bertekstur hingga anak tumbuh gigi.
Studi terbaru ungkap lebih dari 17 juta bayi lahir dari fertilisasi in vitro (IVF) sejak 1978.
Susu formula harus diberikan kepada bayi yang mengalami kelainan metabolisme bawaan atau kelainan genetik yang menyebabkan dirinya tidak bisa mencerna ASI.
Penyakit Respiratory Syncytial Virus (RSV) kini menjadi perhatian utama dunia kesehatan. Walau sering dianggap sebagai flu biasa, RSV menyimpan potensi bahaya serius.
Lonjakan kasus Respiratory Syncytial Virus (RSV) memicu kekhawatiran di kalangan medis, khususnya karena virus ini menyerang kelompok paling rentan: bayi dan lansia.
Bingung puting bisa berpotensi menyebabkan masalah termasuk salah satunya menurunkan produksi ASI yang padahal masih dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang bayi usia 0-6 bulan.
LEBIH dari 500 siswa di delapan TK dalam wilayah Tangerang Selatan menikmati layanan pemeriksaan gigi serta edukasi kesehatan.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang merusak kolagen.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Dorongan untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik kembali digaungkan melalui ajang AIA Vitality Live 2025.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved