Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGENALI gejala awal stroke dengan melihat tanda dari SEnyuman, GErakan, dan bicaRA atau SEGERA penting untuk menolong penderita mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Dalam webinar untuk memperingati ulang tahun ke-103 Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), dikutip Minggu (6/11), dokter spesialis penyakit dalam Mohammad Kurniawan menjelaskan cara mengenai gejala awal stroke dengan SEGERA.
"SE-nya senyuman, saat tersenyum dia mulutnya mencong, ada satu sisi wajah yang tidak terbentuk lekukan. Kemudian GE adalah gerakan yang terganggu, satu sisi lebih lemah. Selanjutnya RA adalah gangguan bicara, bisa bicara jadi cadel atau pelo, pasien enggak ngerti pembicaraannya atau bisa jadi tidak lancar atau tidak nyambung," papar Kurniawan.
Baca juga: Terapkan Perilaku Hidup Sehat Bisa Bantu Mencegah Stroke
"Jika salah satu gejala tersebut kita temukan, segera bawa ke rumah sakit untuk bisa ditangani lebih lanjut," kata dokter yang bertugas di RSCM itu.
Apabila menjumpai pasien dengan gejala SEGERA seperti senyum mencong dan gerakan separuh badan yang lemah, ia mengatakan, penting untuk tidak memberikan apapun melalui mulut karena bisa menyebabkan pasien tersedak dan mengalami henti nafas.
"Karena bisa jadi kelumpuhan syarafnya mengenai syaraf menelan, jadi kalau kita berikan makanan atau minuman pasien bisa tersedak, makanan atau minuman bisa masuk ke paru-paru bisa mengakibatkan henti nafas atau minimal bisa mengakibatkan pneumonia atau infeksi di paru," katanya.
Kurniawan mengemukakan stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Namun, menurut dia, penanganan yang cepat dapat menyelamatkan penderita stroke dari ancaman kematian atau kecacatan.
"Karena itu penting sekali untuk kita tahu apa itu gejala stroke, tujuannya adalah agar kita bisa menyelamatkan siapapun yang terkena serangan stroke baik itu teman, saudara, atau siapapun yang kita jumpai," katanya.
Selain mengenali gejala dengan SEGERA, Kurniawan mengatakan, orang awam bisa memberikan pertolongan dengan segera mengontak ambulans apabila mendapati seseorang kesulitan bernafas atau mengalami gangguan kesadaran.
"Prinsipnya segera dibawa ke rumah sakit, itu saja. Kalau seandainya terdapat masalah, kita sebaiknya mengontak ambulans agar pasiennya dibawa dengan ambulans, dipasang oksigen, kemudian dipasang infus," katanya.
Dia juga mengemukakan pentingnya informasi mengenai rumah sakit yang memiliki dokter spesialis saraf dan layanan pemeriksaan menggunakan CT Scan dalam membantu penderita stroke.
"Saya kira lebih dari 50% rumah sakit di Jakarta punya CT Scan dan rumah sakit yang besar-besar itu letaknya tidak berjauhan, jadi segera arahkan pasien atau siapapun yang kita curiga terkena stroke untuk dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas CT Scan dan spesialis saraf," katanya.
Ia menjelaskan pula lebih dari 80% kasus stroke terjadi karena adanya sumbatan pembuluh darah sehingga obat ideal yang bisa diberikan adalah obat penghancur sumbatan atau trombolisis.
Menurut dia, obat tersebut harus diberikan dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak pasien mengalami gejala stroke.
"Pemberian trombolisis ini punya golden time atau waktu emas, dia harus diberikan dalam dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak pasien memiliki atau mendapatkan gejala stroke," katanya.
"Jadi, kita harus berkejaran dengan waktu karena setiap menit sangat berharga, jika terlambat akan berbahaya bagi pasien karena bisa menyebabkan pendarahan pada otak," pungkas Kurniawan. (Ant/OL-1)
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Firbilasi Atrium merupakan pemicu utama stroke kardioembolik, yakni stroke yang terjadi akibat gumpalan darah yang berasal dari jantung.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Metode MENARI dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan atau leher selama 30 detik, lalu hasilnya dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit.
Secara medis, stroke terjadi ketika suplai darah ke otak terputus, sehingga otak kekurangan nutrisi dan oksigen. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak rusak atau hancur dalam waktu singkat.
Peneliti temukan orang yang aktif di malam hari (night owls) memiliki risiko stroke dan serangan jantung lebih tinggi, terutama pada perempuan. Simak penjelasannya.
Dokter menyebut stroke muncul karena kebiasaan pria tersebut yang mengonsumsi minuman berenergi berlebihan setiap hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved