Jumat 30 September 2022, 10:15 WIB

Anak yang Terpapar Gula Terlalu Dini Semakin Berisiko Alami Gangguan Kesehatan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Anak yang Terpapar Gula Terlalu Dini Semakin Berisiko Alami Gangguan Kesehatan

Pexels
Ilustrasi

 

RISIKO gangguan kesehatan terhadap anak-anak semakin meningkat bila mereka sudah terpapar gula tambahan sejak dini. Hal itu dikatakan spesialis anak Kurniawan Satria Denta.

"Kita harus ekstra hati-hati, terutama pada anak-anak, karena semakin dini orang terpapar gula tambahan, semakin besar risikonya," kata dokter yang akrab disapa Denta itu dalam sebuah bincang-bincang daring, Kamis (29/9).

Dokter anak dari Universitas Gadjah Mada itu mengatakan efek samping yang bisa dialami anak yang terpapar gula tambahan sejak dini meliputi gangguan metabolisme hingga kecanduan gula.

Baca juga: Masyarakat Diingatkan Kurangi Minuman Manis Agar Terhindar dari Diabetes

Bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pemberian MPASI (makanan pendamping ASI), yakni usia kisaran 6 bulan hingga 12 bulan, gula tambahan boleh diberikan maksimal 5% dari total kalori harian.

"Untuk anak-anak yang lebih besar (batasan gula) 25 gram per hari," jelas dia.

Denta mengimbau orangtua untuk lebih jeli dalam membaca label gizi pada minuman berpemanis dalam kemasan agar asupan gula yang dikonsumsi anak tidak berlebihan.

Makanan atau minuman yang terkesan menyehatkan, kata dia, juga perlu diamati label gizinya secara seksama untuk mengetahui seberapa besar kandungan gula. 

Sebagai contoh, kandungan gula dari susu segar dengan susu yang berperisa akan menunjukkan hasil yang berbeda.

Orangtua patut lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman dalam kemasan yang baik untuk dikonsumsi buah hati.

"Kita harus lebih detail memperhatikan gula yang tersembunyi di balik minuman yang dikonsumsi anak-anak," kata dia.

Dia menjelaskan ketika ada asupan gula yang berlebihan dari luar tubuh, maka gula tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. 

Terlalu banyak mengonsumsi gula punya dampak jangka pendek berupa gangguan metabolisme yang membuat seseorang menjadi mudah lelah.

"Orang lebih mudah lelah kalau banyak gula karena metabolisme energi tidak optimal," kata dia.

Mengingat gula bisa mempengaruhi tubuh hingga ke tingkat sel, maka gangguan kesehatan bisa mempengaruhi banyak fungsi, mulai dari pencernaan, pembuluh darah, hingga otak. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

KAMPAK Dukung Upaya Hukum Mahasiswa Apoteker Cari Keadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:19 WIB
KFN menyalahi tugasnya dengan membentuk Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) sebagai lembaga yang menentukan...
DOK.MI

Angka Kasus Harian Covid-19 Bertambah Jadi 2.548 Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:00 WIB
Dengan adanya penambahan kasus harian itu maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.680.203...
ANTARA

Meski Masih Level 1 Transmisi Komunitas, Vaksinasi Tetap Harus Digalakkan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:57 WIB
Tren perawatan rumah sakit di ruang isolasi per tanggal 1 Desember 2022 terdapat penurunan sebanyak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya