Kamis 29 September 2022, 09:00 WIB

Masyarakat Diingatkan Kurangi Minuman Manis Agar Terhindar dari Diabetes

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Masyarakat Diingatkan Kurangi Minuman Manis Agar Terhindar dari Diabetes

Pexels
Ilustrasi

 

DOKTER mengimbau masyarakat untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman manis dengan kandungan gula terlalu banyak untuk menghindari risiko berbagai penyakit, salah satunya diabetes melitus.

"Sebenarnya es teh tawar tanpa gula boleh dikonsumsi, minuman jenis apa saja kalau dengan gula banyak, diimbau jangan," kata Debora Sarah Annetta, Rabu (28/9).

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu memaparkan dampak yang bisa terjadi bila seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula.

Baca juga: Punya Penyakit Kronis? Jauhi Makanan Minuman Manis

Pertama, muncul rasa sering haus dan sering buang air kecil. Kemudian, orang yang terlalu banyak mengonsumsi gula bisa merasa lelah dan pandangannya terasa kabur.

Jika tidak dikendalikan, konsumsi gula berlebihan dapat berujung menjadi penyakit diabetes melitus yang tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dikontrol.

Penderita penyakit diabetes melitus harus rutin mengontrol gula darah dan minum obat agar penyakit bisa dikendalikan.

"Ke dokter agar bisa diatur konsumsi obat-obatannya, baik dosis dan jenis obatnya, jika perlu akan disarankan pakai insulin," jelas Debora.

Di Indonesia, ketentuan batasan asupan gula harian yang dianjurkan telah tertera dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 dengan konsumsi gula pada orang dewasa maksimal 50 gram atau empat sendok makan per hari untuk menghindari risiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung.

Konsumsi gula berlebih atau kurang berdampak terhadap sistem metabolisme tubuh. 

Gula yang berlebihan dapat membuat berat badan mudah naik dan sulit turun, sulit berhenti makan, infeksi gigi dan gusi, serta meningkatkan risiko kanker.

Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula di luar batas aman harian dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, meningkatkan kadar gula darah yang berisiko obesitas dan diabetes melitus, serta menimbulkan risiko komplikasi jangka panjang seperti kerusakan saraf, katarak, ginjal dan infeksi kulit. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Wamenag Soroti Minimnya Riset Tentang Zakat

👤Widhoroso 🕔Rabu 30 November 2022, 20:56 WIB
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, Rabu (30/11) secara virtual membuka The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ)...
Ist

Tak Bisa Instan, Diet Perlu Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 20:45 WIB
Konsistensi adalah kunci yang akan membuat kita memenangkan ‘perlombaan’ untuk membangun kebiasaan yang mendukung gaya hidup...
Antara/Galih Pradipta.

Minum Teh, Kopi, Susu tidak Disarankan saat Makan Besar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 20:24 WIB
Data juga menunjukkan, pada 2018, sebanyak tiga dari 10 remaja Indonesia menderita penyakit anemia dan 62,6% kasus anemia yang terjadi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya