Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Kasus Campak Turun Drastis 93 Persen, Kemenkes Ingatkan Nakes Tetap Waspada

M Iqbal Al Machmudi
31/3/2026 08:25
Kasus Campak Turun Drastis 93 Persen, Kemenkes Ingatkan Nakes Tetap Waspada
Ilustrasi--Seorang dokter menyuntikkan vaksin campak kepada balita di Puskesmas Ibrahim Adjie, Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).(ANTARA/Raisan Al Farisi)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat tren kasus campak di Indonesia terus mengalami penurunan signifikan. Hingga pekan ke-12 2026, jumlah kasus terkonfirmasi melandai ke angka 146 kasus, turun drastis sekitar 93% dibandingkan puncak awal tahun.

Tren Penurunan Kasus

Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus. 

Namun, upaya penanganan mulai menunjukkan hasil positif sejak memasuki bulan Maret:

  • Pekan ke-10: 1.379 kasus.
  • Pekan ke-11: 364 kasus.
  • Pekan ke-12: 146 kasus (dengan total 211 suspek).

Penurunan ini merupakan hasil dari langkah cepat pemerintah melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR yang menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan di 102 kabupaten/kota.

Perlindungan Tenaga Medis

Meski tren melandai, Kemenkes menekankan pentingnya kewaspadaan di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026, tenaga medis dan tenaga kesehatan diinstruksikan untuk memperketat proteksi diri.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni, menjelaskan bahwa intensitas kontak dengan pasien membuat tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling rentan tertular.

“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Andi, Selasa (31/3).

Kedisiplinan Protokol

Selain perlindungan mandiri, tenaga kesehatan diminta disiplin menerapkan protokol pencegahan infeksi dan proaktif dalam pelaporan kasus.

“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya