Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Kemenkes Sorot Darurat AIDS, TBC, dan Malaria di Papua Pegunungan

 Gana Buana
26/3/2026 20:08
Kemenkes Sorot Darurat AIDS, TBC, dan Malaria di Papua Pegunungan
Papua pegunungan darurat penyakit ATM.(Freepik)

PEMERINTAH mulai menajamkan langkah pengendalian tiga penyakit menular utama, AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM), di Papua Pegunungan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) se-Indonesia menekankan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah agar target eliminasi lebih realistis dicapai.

Anggota Badan Eksekutif Adinkes, Ferdinan J. Laihad, menegaskan bahwa upaya pengendalian ATM tidak lagi bisa berjalan parsial. Program ini, kata dia, harus terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah agar tidak sekadar menjadi agenda sektoral.

“Selama ini pendekatannya masih terfragmentasi. Padahal, untuk menekan angka kasus ATM, harus ada keselarasan kebijakan dari pusat hingga daerah,” ujarnya dilansir dari Antara Kamis (26/3).

Ia menyoroti bahwa beban penanganan tidak bisa hanya dipikul dinas kesehatan. Keterlibatan lintas sektor, mulai dari lembaga pemerintah, organisasi non-pemerintah, hingga masyarakat, menjadi kunci keberhasilan di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks seperti Papua Pegunungan.

Fokus intervensi saat ini diarahkan pada enam kabupaten prioritas, yakni Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Wilayah-wilayah ini selama ini menjadi lokus dukungan Global Fund, lembaga internasional yang mendanai program pemberantasan AIDS, TBC, dan malaria.

Meski demikian, Ferdinan mengisyaratkan adanya keterbatasan cakupan program.

“Saat ini Global Fund masih memantau enam kabupaten saja. Padahal, pendekatan ini seharusnya bisa diperluas ke daerah lain di Indonesia yang memiliki kerentanan serupa,” katanya.

Di sisi lain, persoalan keamanan di Papua Pegunungan turut memengaruhi strategi implementasi. Pola kegiatan di lapangan kini diubah dengan mengonsolidasikan pelaksanaan di titik-titik tertentu guna meminimalkan risiko.

“Pendekatan teknisnya kami sesuaikan. Ini bukan soal mengurangi intervensi, tapi memastikan program tetap berjalan tanpa menimbulkan risiko tambahan,” jelasnya.

Kemenkes berharap langkah yang lebih terintegrasi dan adaptif ini mampu menekan laju penyebaran ATM di Papua Pegunungan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya