Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kasus HIV di Bontang Turun, tapi Lonjakan di Usia Remaja Picu Alarm Baru

Yovanda Izabella
01/12/2025 16:35
Kasus HIV di Bontang Turun, tapi Lonjakan di Usia Remaja Picu Alarm Baru
Ilustrasi(AFP)

TREN kasus HIV di Kota Bontang, Kalimantan Timur, tercatat menurun dalam tiga tahun terakhir. Namun di balik penurunan itu, muncul sinyal bahaya baru, semakin banyak remaja yang terdeteksi terinfeksi.

Sepanjang 2025, Dinas Kesehatan Bontang mencatat 42 kasus baru HIV. Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Bontang, Nur Ilham, mengatakan angka ini turun dibanding 66 kasus pada 2024 dan 100 kasus di 2023. Namun Dinkes menyebut kelompok usia 15–19 tahun mulai masuk daftar merah.

“Dari 42 kasus baru, 5 di antaranya remaja usia 15–19 tahun. Ini patut jadi perhatian karena mereka masuk kategori yang sangat rentan,” ujar Nur Ilham, Senin (1/12).

Mayoritas kasus baru tetap didominasi kelompok usia 25–49 tahun dengan 29 kasus. Disusul usia 20–24 tahun sebanyak 4 kasus dan usia di atas 50 tahun sebanyak 4 kasus.

Sejak 2016, total kasus HIV yang tercatat di Bontang mencapai 582 orang. Dari jumlah itu, 397 masih rutin berobat, 110 meninggal dunia, sementara lainnya putus kontak atau pindah domisili.

“Data bisa berubah karena ada pasien yang meninggal atau pindah daerah sehingga tidak lagi terpantau,” jelas Ilham.

Menurut Ilham, temuan kasus pada remaja harus dipandang serius. Ia menjelaskan, infeksi HIV biasanya terjadi jauh sebelum pasien terdiagnosis, sehingga kasus pada remaja bisa berarti paparan terjadi saat usia sekolah.

“Orang yang baru terdiagnosis AIDS hari ini bisa saja sudah terinfeksi 5–10 tahun sebelumnya. Artinya edukasi harus menyasar remaja sejak SMP dan SMA,” tegasnya.

Dinkes menekankan edukasi remaja harus fokus pada tiga pilar: informasi HIV/AIDS, pencegahan penggunaan narkoba/NAPZA, serta kesehatan reproduksi.

Ilham juga meluruskan sejumlah kesalahpahaman publik soal penularan penyakit ini. Ia menegaskan HIV tidak menular lewat interaksi sosial sehari-hari.

“HIV tidak menular lewat makan bareng, bersalaman, berpelukan, memakai toilet umum, bersin, atau lewat air liur,” ujarnya.

Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, penggunaan jarum suntik bersama, luka terbuka, serta hubungan seksual melalui cairan sperma dan cairan vagina. (YN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik