Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Perluas Pengobatan, dan Hapus Stigma untuk Akhiri HIV pada 2030

M Iqbal Al Machmudi
03/12/2025 13:26
Perluas Pengobatan, dan Hapus Stigma untuk Akhiri HIV pada 2030
WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono.(Dok. Antara)

WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penanggulangan HIV di Indonesia melalui percepatan identifikasi, perluasan pengobatan, serta penghapusan stigma di masyarakat.

Prevalensi HIV di Indonesia diperkirakan mencapai 0,7% atau sekitar 1,96 juta orang. Namun, cakupan identifikasi baru mencapai 564 ribu orang hidup dengan HIV (ODHIV) pada 2025.

Hingga Oktober 2025, sebanyak 385.472 orang atau sekitar 68% telah mengetahui statusnya, 259.719 orang menjalani terapi antiretroviral, dan 144.747 orang yang telah diperiksa menunjukkan supresi virus.

Menurut Dante, capaian tersebut harus terus ditingkatkan untuk mengejar target Ending AIDS 2030 dengan Triple 95: 95% mengetahui status, 95% menjalani pengobatan, dan 95% yang diobati mencapai supresi virus.

"Angka 0,7% bukan sekadar statistik, itu adalah manusia. Dari estimasi ratusan ribu orang yang hidup dengan HIV di Indonesia, baru sekitar dua pertiga yang terdiagnosis dan hanya sebagian yang mendapatkan pengobatan optimal. Kita harus bergerak lebih cepat," kata Dante dalam keterangannya, Rabu (3/12).

Dante menekankan perlunya penguatan peran fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan komunitas dalam memperluas akses layanan. Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah dan para mitra yang terus meningkatkan cakupan deteksi, pendampingan pasien, serta akses pengobatan yang kini semakin mudah dijangkau.

Terkait isu stigma, ia menilai bahwa hambatan sosial masih menjadi tantangan besar bagi banyak orang untuk datang ke fasilitas kesehatan.

"Stigma adalah salah satu disrupsi terbesar dalam penanggulangan HIV. Banyak yang takut datang ke layanan karena khawatir diketahui lingkungan atau tempat kerja. Stigma harus kita ubah. Penanggulangan HIV hanya bisa berhasil bila masyarakat menerima, mendukung, dan memastikan tidak ada satupun yang tertinggal,” ujarnya.

Ke depan, pemerintah akan memperkuat surveilans, memastikan ketersediaan obat yang lebih kuat dan stabil, serta meningkatkan promosi kesehatan yang komprehensif berbasis komunitas. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik