Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA menghadapi tantangan besar dalam upaya menanggulangi epidemi HIV/AIDS meski sejumlah capaian telah diraih.
Hingga akhir 2023, Kementerian Kesehatan RI mencatat peningkatan infeksi baru dengan proyeksi mencapai lebih dari 515 ribu kasus. Namun, tantangan nyata terlihat pada akses pengobatan; baru sekitar 40% Orang dengan HIV (ODHIV) yang telah mengakses pengobatan antiretroviral (ARV).
Kesenjangan data ini menjadi sorotan dalam Diskusi Media bertajuk Menguatkan Respons HIV 2025: Peran Media dalam Mendorong Aksi dan Mengurangi Stigma. Pertemuan ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengejar target global Triple 95 pada 2030.
Target tersebut menetapkan bahwa 95% ODHIV harus mengetahui statusnya, 95% di antara mereka mendapatkan terapi ARV, dan 95% dari mereka yang diterapi mencapai supresi virus.
Pencapaian target tersebut tidaklah mudah. Para narasumber menyoroti sejumlah kendala struktural, mulai dari keterbatasan akses layanan kesehatan di daerah terpencil hingga ancaman krisis pendanaan global yang dapat mengganggu keberlanjutan program HIV nasional.
Selain faktor teknis, hambatan sosial berupa stigma masih menjadi tembok tebal bagi ODHIV. Hartini, seorang ODHIV yang hadir dalam diskusi tersebut, menyampaikan aspirasi komunitas mengenai sulitnya mengakses hak dasar mereka.
“Menjadi orang yang hidup dengan HIV sangat tidak mudah. Kami tidak meminta layanan khusus, cukup layanan publik yang dapat diakses tanpa stigma dan diskriminasi. Jangan lagi bebani kami dengan pemberitaan yang menyakitkan,” tegasnya.
Di tengah situasi tersebut, media massa dan digital dinilai memiliki peran sentral dalam mengubah narasi publik.
Lely Wahyuniar, Strategic Information Advisor UNAIDS Indonesia, menegaskan bahwa media adalah elemen kunci dalam mempercepat respons HIV nasional.
“Media adalah kunci. Media massa dan digital memiliki peran sentral dalam memperkuat respons HIV menuju target 2030 di Indonesia. Media memiliki kekuatan luar biasa untuk mengubah persepsi publik dan mendorong aksi nyata, baik di tingkat lokal maupun global,” ujar Lely.
Ia menambahkan bahwa setiap orang berhak hidup sehat dan bermartabat. UNAIDS mengajak media untuk menyebarkan informasi yang akurat dan berempati guna melindungi lebih banyak nyawa dari ancaman diskriminasi. (Z-1)
WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penanggulangan HIV di Indonesia.
Jumlah kasus baru ODHIV di Kota Pematangsiantar terus mengalami peningkatan dan berfluktuasi setiap bulan.
Kemenkes mencatat pada Maret 2025 sebanyak 356.638 orang dengan HIV (ODHIV) dari total estimasi 564 ribu ODHIV yang harus ditemukan pada 2025 untuk segera diberi penanganan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah meluncurkan sejumlah program untuk mempercepat penanggulangan HIV/AIDS.
Kementerian Kesehatan menyebut 35% infeksi baru AIDS ditemukan pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL), dan 28% dari pasangan orang dengan HIV
Pelajari arti kata challenge, makna, dan contoh kalimatnya. Temukan cara menggunakan kata challenge dengan tepat dalam bahasa Indonesia!
Beberapa tantangan yang akan dihadapi Generasi Alpha dan Beta di antaranya adalah dominasi dunia digital yang berdampak pada kecanduan teknologi.
Menurut dia tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, baik dari dalam maupun luar, menuntut penguatan karakter kebangsaan yang berlandaskan Pancasila.
Pendidikan karakter bangsa yang bertujuan mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa melupakan jati diri dan budaya bangsa.
Di tengah inflasi yang sempat menjadi kekhawatiran, deflasi mulai menghantam pasar dalam dua bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved