Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
HIV/AIDS sering disalahpahami sebagai penyakit menular melalui sentuhan, padahal faktanya tidak demikian. Kesalahpahaman ini menimbulkan stigma yang merampas hak dasar penyandang HIV/AIDS sebagai manusia.
Lebih dari sekadar masalah kesehatan, HIV/AIDS kini menjadi isu sosial yang serius. Stigma yang melekat justru seringkali lebih menyakitkan dibanding penyakit itu sendiri.
HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4 yang berperan melawan infeksi. Tanpa pengobatan, daya tahan tubuh akan terus melemah hingga mudah diserang berbagai penyakit.
Pengidap HIV bisa tetap sehat selama bertahun-tahun jika rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Namun, tanpa terapi, HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), yaitu kondisi saat sistem imun sudah rusak parah dan tubuh tidak lagi mampu melawan infeksi berat seperti tuberkulosis (TBC) atau kanker tertentu.
HIV tidak menular lewat sentuhan atau interaksi sosial sehari-hari. Penularan umumnya terjadi melalui:
Stigma terhadap pengidap HIV masih meluas. Banyak orang menganggap penderita sebagai “pendosa”, sehingga mereka sering diperlakukan tidak adil, baik di tempat kerja maupun lingkungan sosial.
Menurut penelitian Darwita Juniwati Barus dkk. (2025), rendahnya pemahaman masyarakat menjadi penyebab utama stigma ini. Akibatnya, banyak orang enggan melakukan tes HIV karena takut identitasnya terbongkar. Padahal, deteksi dini dan pengobatan rutin sangat penting untuk memperpanjang harapan hidup.
Diskriminasi nyata dirasakan para penyandang HIV/AIDS:
Beberapa penelitian juga menemukan masih ada masyarakat yang menolak membeli makanan dari penyandang HIV/AIDS atau melarang anak-anak mereka bergaul dengan anak dari orang tua pengidap.
Edukasi menjadi kunci untuk mengikis stigma. Fakta menunjukkan bahwa pengetahuan yang benar mampu mengurangi diskriminasi.
Remaja yang memiliki pengetahuan baik tentang HIV/AIDS cenderung tidak memberi label negatif, membuktikan bahwa edukasi mampu mengubah cara pandang masyarakat.
Meski HIV/AIDS masih menjadi masalah global, ada harapan baru melalui edukasi dan pemahaman yang benar.
Dengan berkurangnya stigma, penyandang HIV/AIDS dapat hidup lebih layak, sehat, dan bermartabat. Masyarakat pun diharapkan lebih peduli, bukan menghakimi. (Halodoc, e-journal.sari-mutiara.ac.id/Z-10)
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, tercatat sebanyak 162 kasus pada tahun 2022
TREN kasus HIV di Kota Bontang, Kalimantan Timur, tercatat menurun dalam tiga tahun terakhir.
PROGRAM pengabdian masyarakat Universitas Indonesia (UI) menyoroti diskriminasi terhadap anak dengan HIV/AIDS, yang masih menjadi penghalang terbesar dalam upaya penyembuhan.
YAYASAN Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui Program Implementasi Area Lembata menyelenggarakan Workshop Pencegahan HIV/AIDS di Aula Ballroom Olimpic, Kamis (11/9).
KEMENTERIAN Kesehatan RI mencatat, hingga Maret 2025, terdapat 2.700 remaja usia 15-18 tahun di Indonesia yang hidup dengan HIV. Temuan itu menunjukkan penularan HIV tidak terbatas di dewasa.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban, tercatat sebanyak 162 kasus pada tahun 2022
KOINFEKSI TB-HIV masih menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Indonesia pada tahun 2026, inovasi dalam strategi pengobatan menjadi sangat krusial.
Lebih dari 34 juta orang hidup dengan HIV di seluruh dunia.
Selain faktor teknis, hambatan sosial berupa stigma masih menjadi tembok tebal bagi ODHIV.
Seorang pria yang berasal dari Jerman tercatat sebagai orang ketujuh yang tampaknya telah disembuhkan dari HIV, menurut laporan para peneliti.
WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penanggulangan HIV di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved