Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menganggap organisasi bayangan yang dibentuk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim adalah hal yang lumrah.
Moeldoko bahkan mengaku juga menerapkan kebijakan serupa di institusi yang ia pimpin saat ini. "Saya tidak mengomentari sebuah kebijakan internal yang diambil oleh Menteri. Tetapi di KSP juga biasa melakukan langkah-langkah seperti itu," ujar Moeldoko di kantornya, Jakarta, Kamis (29/9).
Ia mencontohkan, pada musim laporan tahunan, KSP akan mempekerjakan tim eksternal yang terdiri dari para ahli untuk bekerja sama dengan pegawai internal.
Itu dilakukan hanya dalam periode-periode tertentu.
Baca juga: Gobel Terima Para Rektor Perguruan Tinggi di Gorontalo
"Itu dilakukan karena saya melihat ada sebuah kapasitas ekstra yang perlu diberikan kepada orang lain. Anak-anak sudah terlibat urusan rutin yang begitu banyak. Ini termasuk proyek jangka pendek seperti taks force," jelas mantan panglima TNI itu.
Sebelumnya pada pekan lalu, Nadiem Makarim dalam forum United Nations Transforming Education Summit di Markas Besar PBB mengaku memiliki organisasi bayangan atau organisasi di luar Kemendikbudristek yang berjumlah 400 orang.
Mereka terdiri dari manajer produk, insinyur perangkat lunak, dan ilmuwan data yang bekerja sebagai tim yang melekat untuk kementerian. Setiap product manager dan ketua tim, memiliki posisi hampir setara dengan direktur jenderal. Tim bayangan itu, kata Nadiem, bekerja sesuai dengan arahan dari Kemendikbudristek.(OL-4)
Nadiem Makarim ungkap kesedihan jalani puasa & Lebaran pertama di rutan akibat kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Simak detail lengkap sidangnya.
SIDANG perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Mulyatsah menyatakan dirinya merasa dijebak oleh atasannya saat itu, Eks Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam sidang dugaan korupsi Chromebook
TIM Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap fakta dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Persidangan lanjutan perkara pengadaan laptop Chromebook pada Senin (02/03) lalu, kembali membuka fakta-fakta baru yang memperjelas isu harga pasar dan menepis dugaan kerugian negara.
Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.
Saksi proyek pengadaan Chromebook Kemendikbudristek akui raup untung Rp10,2 miliar dan kembalikan Rp5,1 miliar ke Kejagung dalam sidang Tipikor Jakarta.
Nadiem menyampaikan bahwa dirinya tetap siap mengikuti persidangan, meski masih menjalani perawatan medis berdasarkan rekomendasi dokter.
Menjawab pertanyaan silang dari Nadiem Anwar Makarim di persidangan, mantan Dirjen PAUD Dikdasmen Hamid Muhammad menegaskan pandangannya tentang integritas mantan atasannya tersebut.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Sidang kasus dugaan korupsi di Kemendikbudristek Kembali bergulir, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved