Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

CESGS Universitas Airlangga Raih Pendanaan PUI-PT 2025 untuk Akselerasi ESG di Indonesia

Basuki Eka Purnama
10/3/2026 15:42
CESGS Universitas Airlangga Raih Pendanaan PUI-PT 2025 untuk Akselerasi ESG di Indonesia
Universitas Airlangga(ANTARA/HO-Humas Unair)

CENTER for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga resmi terpilih sebagai penerima Bantuan Pendanaan Program Peningkatan Ekosistem Riset dan Inovasi Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perguruan Tinggi (PUI-PT) Tahun Anggaran 2025. 

Pendanaan ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung peran CESGS sebagai PUI-PT Bisnis Berkelanjutan.

Langkah ini memperkuat visi CESGS dalam mendukung terwujudnya keberlanjutan di sektor bisnis Indonesia pada 2030 serta ambisi menjadi Regional Top-of-Mind ESG Center. 

Pemimpin CESGS, Prof. Iman Harymawan, menekankan bahwa penghargaan ini memperkokoh posisi lembaga sebagai jembatan antara riset akademis dan strategi bisnis nasional.

“Penghargaan ini memperkuat posisi CESGS sebagai pusat riset yang menghubungkan praktik ESG dengan strategi bisnis nasional. Kami berharap riset kami dapat memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia,” ujar Prof. Iman.

Kehadiran CESGS menjadi sangat strategis mengingat tantangan besar dalam adopsi isu keberlanjutan di tanah air. 

Data CESGS Intelligent menunjukkan bahwa pada 2023, baru 2% perusahaan terbuka di Indonesia yang mengadopsi standar Task Force on Climate-related Financial Disclosures (TCFD). 

Padahal, tanpa adaptasi terhadap tren global, perusahaan lokal berisiko tertinggal dalam pencapaian tujuan keberlanjutan.

Selain rendahnya adopsi standar, Indonesia juga menghadapi minimnya pusat riset yang berfokus pada Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Dari 73 PUI-PT aktif di Indonesia, sebelumnya tidak ada yang secara spesifik mendalami topik ini. Hal ini kontras dengan semangat Asta Cita Indonesia yang menargetkan penguatan ekonomi hijau dan biru.

Sejak berdiri pada 2020, CESGS telah menunjukkan produktivitas tinggi dengan mempublikasikan 398 artikel terindeks Scopus. Lembaga ini juga dipercaya sebagai konsultan ahli oleh organisasi internasional seperti ADB dan UNDP, hingga perusahaan besar seperti Indosat, Astra International, dan PLN.

Ke depan, CESGS telah menyiapkan peta jalan riset yang sistematis hingga 2030. Pada fase 2025-2026, riset akan difokuskan pada hubungan risiko iklim dengan keuangan perusahaan. 

Selanjutnya, fokus akan beralih ke isu biodiversitas pada 2026-2027, hingga pengukuran dampak ketimpangan sosial terhadap kinerja finansial pada periode 2028-2030.

Melalui bantuan pendanaan ini, CESGS berkomitmen memperkuat ekosistem riset ESG agar bisnis di Indonesia lebih siap menghadapi tantangan global yang kompleks. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya