Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN shapewear Skims, yang didirikan selebritas dan pengusaha Kim Kardashian, mengumumkan telah mengumpulkan dana baru sebesar US$225 juta (sekitar Rp3,5 triliun). Dengan pendanaan ini, nilai perusahaan tersebut melonjak menjadi US$5 miliar atau setara Rp76 triliun.
Menurut pernyataan resmi, dana segar dari sejumlah investor, termasuk cabang investasi raksasa perbankan Wall Street Goldman Sachs, akan digunakan untuk membuka lebih banyak toko fisik dan memperluas pasar Skims di tingkat global.
“Kami tidak sabar untuk membawa Skims ke level berikutnya seiring dengan upaya kami terus berinovasi dan menjadi standar dalam industri ini,” ujar Kim Kardashian, Rabu (12/11).
Pendanaan ini menjadi salah satu yang terbesar tahun 2025 untuk merek konsumen asal Amerika Serikat. Di tengah ketatnya persaingan dengan pemain besar seperti Lululemon dan Alo Yoga.
Saat ini, Skims mengoperasikan 18 toko di Amerika Serikat serta memasarkan produknya melalui berbagai peritel internasional. Dalam beberapa tahun mendatang, perusahaan berencana untuk fokus pada pengembangan bisnis ritel fisik secara lebih agresif.
Skims memperkirakan penjualannya akan menembus US$1 miliar tahun ini. Menurut CEO Skims, Jens Grede, pencapaian tersebut memberikan kepercayaan diri bagi perusahaan untuk mengejar target jangka panjangnya.
Didirikan pada 2019, Skims awalnya dikenal lewat produk shapewear dan pakaian dalam yang dirancang untuk menonjolkan bentuk tubuh secara natural. Seiring waktu, merek ini memperluas lini produknya ke kategori loungewear dan athleisure, menjadikannya pemain utama di pasar fesyen kasual modern.
Skims juga mengandalkan kekuatan influencer marketing, menggandeng nama-nama besar seperti Megan Fox dan Paris Hilton. Tentunya keluarga Kardashian, untuk memperluas daya tarik merek di media sosial.
Meski sukses, perjalanan Skims tidak lepas dari kontroversi. Pada awal peluncurannya, merek ini sempat dikritik karena menggunakan nama Kimono Intimates, yang dianggap tidak menghormati pakaian tradisional Jepang. Kritik tersebut membuat perusahaan mengganti nama menjadi Skims.
Selain itu, salah satu produknya, penutup kepala yang digunakan saat tidur, juga menuai perdebatan. Beberapa pihak memujinya sebagai inovasi dalam dunia kecantikan, sementara yang lain menilai produk tersebut memperkuat standar kecantikan yang tidak realistis bagi perempuan.
Kini, dengan pendanaan besar dan pertumbuhan penjualan yang pesat, Skims tampaknya siap memperluas pengaruhnya sebagai salah satu merek fesyen paling dominan di dunia. (BBC/Z-2)
Koperasi Kana menyediakan pendanaan operasional sebesar Rp2 juta per bulan bagi setiap KDKMP yang berpartisipasi.
Campaign for Good mendorong perubahan global menuju pengambilan keputusan kolaboratif berbasis kepercayaan.
Pendanaan bagi startup yang dipimpin perempuan masih menjadi tantangan yang membatasi kemampuan mereka tumbuh dan berinovasi.
Platform media sosial berbasis Web3, X.me, mengumumkan telah memperoleh pendanaan strategis senilai US$30 juta yang dipimpin oleh Tido Capital, dengan partisipasi sejumlah investor global.
Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi (compliance).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved