Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KIM Kardashian menceritakan pengalamannya memanfaatkan ChatGPT saat menempuh studi hukum. Selebritas dan pengusaha asal Amerika Serikat itu mengatakan bahwa ia kerap meminta bantuan chatbot kecerdasan buatan tersebut untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar hukum.
“Saya menggunakannya untuk mendapat nasihat hukum,” ujar Kim dalam sesi Lie Detector Test bersama Teyana Taylor untuk Vanity Fair.
“Jadi, ketika saya ingin mengetahui jawaban atas suatu pertanyaan, saya akan mengambil gambar dan menaruhnya di sana,” sambungnya.
Melansir dari situs The Hollywood Reporter, Selasa (4/11), menanggapi pernyataan dari Kim Kardashian itu, Taylor sempat menggoda, “Kau curang dong?”
Kim mengaku hasilnya sering tidak akurat. “Jawabannya selalu salah. Membuat saya gagal dalam tes,” ucap Kim.
“Mereka harusnya bisa lebih baik, karena saya mengandalkan mereka untuk membantu saya, tapi dia malah menyampaikan pelajaran hidup dan kemudian menjadi terapis saya, memberi tahu saya bahwa saya harus percaya pada diri sendiri setelah memberikan jawaban yang salah,” lanjutnya.
Kim menyebut bahwa ChatGPT sebagai frenemy, alias teman sekaligus musuh. Diketahui, Kim Kardashian telah belajar hukum selama enam tahun melalui program magang di California.
Kim Kardashian tampil sebagai pengacara dalam serial drama hukum terbarunya berjudul All’s Fair, yang mengisahkan firma hukum yang menangani berbagai kasus perceraian.
Serial tersebut turut dibintangi oleh Teyana Taylor, Naomi Watts, Niecy Nash-Betts, dan Sarah Paulson. (Nas/P-3)
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Guru dan pakar peringatkan "erosi" kemampuan mengeja pada siswa. Penggunaan autocorrect dan ChatGPT disebut memperparah penurunan literasi dasar.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
kapasitas daya tampung di sekolah-sekolah yang ada di empat lokasi sudah tidak dapat memenuhi aspirasi dan animo masyarakat yang tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved