Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BELAKANGAN ini, tren berbasis kecerdasan buatan (AI) kembali ramai dibicarakan di Indonesia. Kali ini, warganet ramai-ramai membuat ilustrasi karikatur diri yang bukan hanya menampilkan wajah, tetapi juga menggambarkan profesi dan aktivitas sehari-hari secara kreatif.
Tren tersebut dikenal dengan nama Caricature of Me and My Job (atau sering disebut juga Create a Caricature of Me and My Job). Sesuai namanya, tren ini memungkinkan pengguna menghasilkan gambar karikatur personal yang memadukan karakter wajah dengan elemen profesi, mulai dari seragam kerja, alat kantor, hingga kebiasaan khas di tempat kerja.
Hasilnya dinilai lucu, ekspresif, dan terasa menggambarkan diri sendiri, sehingga banyak dibagikan ke Instagram, TikTok, hingga X sebagai ajang pamer kreativitas dan identitas profesi.
Salah satu alasan tren ini cepat viral adalah efek personalisasi. Karikatur yang dibuat AI dapat terasa relevan karena pengguna bisa menambahkan detail seperti pekerjaan, kebiasaan, hingga suasana kerja.
ChatGPT dapat membuat karikatur berdasarkan foto yang diunggah serta informasi yang kamu tulis di prompt (misalnya profesi, hobi, rutinitas). Jika kamu sebelumnya pernah menjelaskan pekerjaan atau preferensi, detail tersebut juga bisa membantu hasilnya jadi lebih “kena”, tergantung pengaturan dan konteks percakapan yang kamu berikan.
Inti tren ini adalah prompt sederhana, namun efektif. Prompt yang paling sering dipakai adalah:
“Create a caricature of me and my job based on everything you know about me.”
Prompt tersebut meminta ChatGPT membuat karikatur berdasarkan foto wajah dan konteks yang tersedia di percakapan.
Kalau kamu ingin ikut tren Caricature of Me and My Job, ikuti langkah berikut:
Buat kamu yang belum banyak berinteraksi di ChatGPT, hasil karikatur bisa terasa kurang spesifik. Solusinya: tambahkan detail profesi dan kebiasaan di prompt.
Contoh:
“Create a caricature of me as a graphic designer who loves coffee and reading books.”
Agar lebih maksimal, kamu juga bisa menambahkan:
Contoh prompt yang lebih detail:
“Create a cute cartoon-style caricature of me as a teacher in a classroom, holding a marker, with colorful books and a chalkboard background. Make it expressive and funny.”
Tren Caricature of Me and My Job juga menjadi cara baru untuk mengekspresikan identitas diri. Berbeda dari filter foto biasa, karikatur AI dapat menggambarkan profesi secara kreatif, misalnya pekerja kantoran dengan laptop, guru dengan papan tulis, dokter dengan stetoskop, hingga content creator dengan kamera.
Menariknya, pengguna juga bisa bereksperimen dengan berbagai gaya visual, dari kartun lucu, ilustrasi semi-realistis, hingga gaya komik.
Dengan konsep sederhana, prompt mudah, dan hasil yang terasa personal, tren ini diprediksi masih akan terus ramai—terutama di kalangan pengguna yang gemar mencoba AI generatif untuk konten media sosial.
1) Apakah harus pakai bahasa Inggris?
Tidak wajib, tapi prompt bahasa Inggris sering memberi hasil lebih konsisten. Kamu bisa pakai bahasa Indonesia dan menambahkan gaya visual yang diinginkan.
2) Foto seperti apa yang paling bagus?
Foto close-up, wajah jelas, pencahayaan terang, tidak blur, dan tidak tertutup aksesori berlebihan.
3) Bisa pilih gaya tertentu (anime/komik/kartun)?
Bisa. Tambahkan di prompt: “cartoon style”, “comic style”, “semi-realistic”, dan seterusnya. (Z-10)
Individu yang menggunakan chatbot AI setiap hari memiliki risiko sekitar 30% lebih tinggi mengalami depresi tingkat sedang atau lebih berat.
Guru dan pakar peringatkan "erosi" kemampuan mengeja pada siswa. Penggunaan autocorrect dan ChatGPT disebut memperparah penurunan literasi dasar.
Langkah ini diambil OpenAI untuk mendukung keberlanjutan akses gratis serta mendanai peluncuran paket langganan murah bertajuk ChatGPT Go.
Jika ChatGPT (OpenAI) masih memegang mahkota untuk urusan koding dan penulisan akademis, gelar "Raja Tren Sosial" kini mutlak dipegang oleh Grok, AI besutan xAI milik Elon Musk.
Jika Anda bingung memilih antara Grok (milik Elon Musk/xAI) dan ChatGPT (milik OpenAI), jawabannya tergantung pada kebutuhan Anda. Ini letak perbedaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved