Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH beberapa tahun hidup berdampingan dengan pandemi covid-19, antusiasme dan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh semakin meningkat. Hal ini juga dapat dilihat dengan semakin berkembangnya minat masyarakat untuk berolahraga secara rutin.
Belakangan ini, banyak sekali kegiatan-kegiatan berolahraga yang popularitasnya melejit dan marak digandrungi oleh khalayak luas baik laki-laki maupun perempuan, seperti bersepeda, tenis, lari, gym, pilates, zumba, dan masih banyak lagi.
Berkat tren berolahraga di Indonesia yang terus meningkat, kini masyarakat memiliki lebih banyak opsi jenis olahraga yang dapat disesuaikan dengan preferensi serta kebutuhan masing-masing. Namun, hal yang paling penting untuk dipastikan adalah menjaga konsistensi agar semua usaha yang telah kita lakukan dalam berolahraga efektif dan membuahkan hasil yang sepadan.
Baca juga: 12 Rekomendasi Alat Olahraga di Rumah
Fitness Influencer Melanie Putria menyampaikan, "Menurut aku, dengan konsisten berolahraga, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dari segala aspek, mulai dari menjaga kesehatan fisik hingga mental. Sering kali orang merasa bahwa olahraga membutuhkan waktu yang banyak, padahal dengan diimbangi pengetahuan yang mumpuni sangat mungkin bagi kita untuk berolahraga secara efektif tanpa memakan banyak waktu. Jangan lupa juga untuk memilih olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing agar lebih konsisten dan menyenangkan, ya!"
Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan untuk memastikan keefektifan berolahraga meski dilakukan dalam waktu yang terbatas, menurut keterangan pers yang dilansir Shoope:
Pertama, tentukan terlebih dahulu frekuensi olahraga yang akan kamu lakukan dalam satu minggu. Hal ini bisa kamu sesuaikan dengan kemampuan dan tingkatkan secara perlahan.
Jika saat baru mulai, kamu hanya berolahraga 1-2 kali seminggu, lama kelamaan bisa kamu tingkatan menjadi 4-5 kali.
Penting untuk tahu berapa frekuensi yang tepat agar bisa mencapai tujuan tanpa berolahraga secara berlebihan.
Parameter intensitas adalah ukuran seberapa sulit olahraga yang akan kamu lakukan.
Ketika baru memulai, jangan langsung berlebihan dan sesuaikan intensitas olahraga yang kamu lakukan dengan kemampuanmu. Karena, jika kamu berolahraga terlalu intens, dapat menyebabkan cedera atau burnout.
Mulailah dari level yang dirasa nyaman dan sanggup kamu lakukan, lalu setelah rutin berolahraga bisa kamu tingkatkan secara bertahap.
Temukan tipe olahraga yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan goal-mu lalu mulai perlahan-lahan kamu lakukan setiap hari.
Sebaiknya, sebagai pemula, mulai olahraga dari yang paling ringan, menyenangkan, dan nyaman terlebih dulu seperti bersepeda atau jogging.
Hindari langsung melakukan kegiatan olahraga expert seperti lari maraton jika kamu masih baru mulai mencoba berolahraga dan belum latihan secara khusus.
Parameter selanjutnya mengacu pada durasi berolahraga. Tentu saja, durasi ini juga perlu disesuaikan dengan beberapa faktor, seperti kebugaran tubuh, usia, berat badan, kesehatan, dan banyak lagi.
Perlu diingat bahwa menambah durasi sebaiknya hanya dilakukan apabila kamu sudah merasa benar-benar siap dan terlatih, ya!
Saat mulai rutin berolahraga, pastikan kamu sudah memiliki produk atau alat yang dapat mendukung dan menambah semangatmu untuk terus bergerak.
Memilih perlengkapan olahraga yang sesuai sangatlah penting, bukan hanya untuk melengkapi penampilan namun juga untuk memperoleh hasil maksimal, membuat olahraga lebih nyaman, dan meminimalisasi risiko cedera. (RO/OL-1)
Lansia yang aktif secara fisik cenderung memiliki kondisi tubuh yang lebih bugar dibandingkan mereka yang kurang bergerak.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Rasa gatal pada ibu hamil biasanya berpusat di area perut dan payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved