Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah ancaman krisis energi global akibat kondisi geopolitik, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG. Menanggapi hal tersebut, Technical Chef Igun Gunawan membagikan sejumlah tips praktis untuk menghemat penggunaan gas di dapur rumah tangga.
Menurut juru masak yang akrab disapa Chef Gun ini, kontribusi masyarakat dalam menjaga ketahanan energi bisa dimulai dari langkah sederhana di dapur.
"Banyak orang berpikir krisis energi itu urusan pemerintah atau industri besar. Padahal, dapur rumah tangga juga punya kontribusi besar. Cara kita memasak setiap hari itu menentukan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (29/3).
1. Persiapan Bahan Sebelum Menyalakan Kompor
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
“Tanpa sadar, kita sering buang gas hanya karena tidak siap. Kompor sudah menyala, tapi masih sibuk potong bahan. Ini terlihat sepele, tapi kalau terjadi setiap hari, dampaknya besar,” jelasnya.
2. Gunakan Teknik Rendam
Untuk mempercepat proses memasak, ia menyarankan perlakuan awal pada bahan makanan, seperti merendamnya terlebih dahulu. Teknik ini efektif mengurangi waktu pemanasan sehingga konsumsi gas lebih hemat.
3. Jaga Kebersihan Tungku Kompor
Aspek teknis yang sering diabaikan adalah kondisi kebersihan burner atau tungku pembakaran. Tumpahan kuah, minyak, atau air yang dibiarkan menumpuk dapat menghambat aliran gas dan memicu pembakaran tidak sempurna.
“Api yang bagus itu biru. Kalau sudah kuning, berarti ada yang tidak beres. Itu tandanya gas tidak terbakar optimal, dan kita sebenarnya sedang membuang energi,” tambah mantan chef di sejumlah perusahaan makanan tersebut.
4. Hindari Penggunaan Api Besar
Ada anggapan keliru bahwa api besar akan mempercepat proses memasak. Faktanya, api besar justru membuat panas tidak merata dan banyak energi yang terbuang percuma.
Chef Gun menyarankan penggunaan api sedang agar suhu lebih stabil dan hasil masakan lebih maksimal.
Chef Gun berharap edukasi mengenai efisiensi energi di level rumah tangga ini dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara kolektif oleh jutaan keluarga di Indonesia.
“Kita mungkin tidak bisa mengendalikan konflik dunia, tapi kita bisa mengendalikan cara kita menggunakan energi di rumah. Dari situ kontribusi besar bisa dimulai,” pungkasnya. (Ant/Z-1)
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Rasa gatal pada ibu hamil biasanya berpusat di area perut dan payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved