Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TULANG dan sendi merupakan organ pergerakan tubuh yang perlu dijaga kesehatannya agar bisa bergerak aktif, bebas, tanpa ada gangguan rasa nyeri. Tidak hanya sebagai penyokong tubuh, tulang juga berperan sangat penting untuk pergerakkan tubuhmu. Sedangkan sendi membantu agar tulang dapat digerakkan dengan lentur.
Namun, ketika seseorang memasuki usia 30 tahun, massa tulang bisa berkurang secara perlahan dan rentan mengalami tulang keropos (osteoporosis) ataupun gangguan sendi (osteoarthritis).
Product Specialist Pt Richnity Global Sejahtera, Epilina menjelaskan, osteoporosis disebabkan oleh penurunan kepadatan tulang. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan tubuh untuk melakukan regenerasi tulang, yaitu proses penggantian sel-sel tulang yang lama dan rapuh menjadi sel-sel tulang yang baru. Normalnya, kemampuan regenerasi ini akan menurun seiring bertambahnya usia.
“Menurut data dari Infodatin Osteoporosis 2020 menyebutkan bahwa 2 dari 5 orang Indonesia memiliki risiko osteoporosis," kata Epilina dalam keterangan tertulis.
Risiko osteoporosis bergantung pada seberapa banyak massa tulang yang dicapai di masa muda. Di usia muda, tubuh akan membuat tulang baru lebih cepat dan massa tulang meningkat. Setelah awal usia 20-an, proses ini melambat, dan kebanyakan orang mencapai puncak massa tulang pada usia 30 tahun. Setelah usia ke-35, kepadatan tulang akan terus berkurang 0,3% - 0,5% per tahun.
Demikian pula dengan masalah persendian, osteoarthritis yang juga mengintai disaat usia memasuki proses penuaan. Osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling banyak ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini menyebabkan nyeri dan disabilitas pada penderita sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga : Pemerintah Diminta Tingkatkan Kualitas Alkes dan Kesejahteraan Nakes di Layanan Kesehatan Primer
Osteoartritis umumnya menyerang penderita berusia lanjut pada sendi-sendi penopang berat badan, terutama sendi lutut serta panggul.
Adanya masalah osteoporosis dan osteoarthritis ini selain akibat faktor penuaan juga disebabkan karena kurangnya asupan nutrisi dan kurangnya olahraga. Maka dari itu, pemenuhan nutrisi dan melakukan olahraga tetap penting dilakukan agar kesehatan tulang dan sendi bisa terjaga.
Epilina mengatakan, nutrisi untuk Kesehatan sendi dan tulang harus lengkap yang terdiri dari makro dan mikro nutrient. Untuk memudahkan dalam mendapatkan asupan yang lengkap, dapat mengonsumsi suplemen Bone M.
"Bone M diformulasikan dari kandungan utama Kolagen Hidrolisa 3000 Dalton, Lactobacillus reuteri, Kalsium Laktat, dan juga Herbal anti oksidan penyehat tulang sendi lainnya," jelas Epilina.
Ia menjelaskan, konsumsi Bone M secara rutin banyak manfaat yang didapat, yaitu menguatkan tulang dan mencegah osteoperosis; merawat otot dan sendi dengan maksimal; membantu menyehatkan syaraf kejepit; meningkatkan sistem Imunisasi/kekebalan tubuh; mencegah proses Penuaan dini, sangat baik untuk kulit; serta merawat kulit dan Mengencangkan payudara.
"Ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat selama kita siap mencegahnya, termasuk menjaga kesehatan tulang dan sendi. Cegah penyakit tulang dan sendi sejak dini dengan minum Bone-M setiap hari," pungkas Epilina. (RO/OL-7)
Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Enamel adalah material paling keras di tubuh manusia, lebih kuat dari tulang.
Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko yang dapat muncul dari manipulasi intens pada leher.
Gigi dan tulang berbeda dari segi asal, struktur, dan fungsi. Gigi untuk mengunyah, tulang memberi kerangka dan perlindungan organ vital.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved