Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Pentingnya Edukasi Nutrisi Kucing Berbasis Sains di Tengah Tren Pet Parenting

Basuki Eka Purnama
13/3/2026 19:52
Pentingnya Edukasi Nutrisi Kucing Berbasis Sains di Tengah Tren Pet Parenting
Produsen makanan kucing, Whiskas, membagikan produk mereka kepada pet parent dalam rangka kampanye "WHISKAS Ramadan Berkah" dengan pesan utama “Sayangi Seperti Keluarga, Beri Makan Seperti Kucing”. (MI/HO)

KESADARAN masyarakat Indonesia terhadap perawatan hewan peliharaan, khususnya kucing, terus berkembang pesat. Fenomena pet parenting, saat hewan peliharaan diperlakukan layaknya anggota keluarga, kini semakin nyata terlihat di berbagai kota besar. Hal ini tercermin dari meningkatnya perhatian pemilik terhadap aspek kesehatan, nutrisi, dan kesejahteraan hewan mereka.

Data Mars 2024 Pet Parent Study menunjukkan bahwa sekitar 46% pemilik kucing di Indonesia menganggap hewan peliharaan sebagai bagian terpenting dalam hidup mereka. 

Indonesia bahkan tercatat sebagai negara dengan populasi kucing peliharaan terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah mencapai 22 juta ekor. 

Seiring tren ini, pemahaman mengenai kepemilikan hewan yang bertanggung jawab, terutama dalam hal pemenuhan nutrisi sesuai kebutuhan biologis, menjadi semakin krusial.

Tantangan Nutrisi Kucing di Indonesia

Salah satu tantangan utama dalam praktik pet parenting di tanah air adalah terbatasnya pemahaman bahwa kebutuhan nutrisi kucing berbeda dengan manusia. 

Secara biologis, kucing merupakan karnivora obligat yang memerlukan nutrisi khusus seperti taurin, asam amino esensial, vitamin, dan mineral dalam komposisi tepat. 

Oleh karena itu, makanan yang disiapkan sendiri di rumah tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan gizi tersebut secara optimal.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESMAVET) Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. I Ketut Wirata, menegaskan bahwa pemenuhan nutrisi adalah bagian vital dari kesejahteraan hewan. 

“Peraturan Menteri tentang Kesejahteraan Hewan menekankan pentingnya melindungi kesejahteraan hewan, termasuk memastikan hewan bebas dari kelaparan dan kehausan serta mendapatkan nutrisi yang memenuhi kebutuhan fisiologis mereka," ungkap Ketut. 

Menurutnya, memberi makan bukan sekadar menghilangkan rasa lapar, tetapi harus menyediakan nutrisi lengkap dan seimbang untuk mendukung kualitas hidup secara menyeluruh.

Kampanye Ramadan Berkah dan Edukasi Berkelanjutan

Merespons kondisi tersebut, WHISKAS menghadirkan kampanye "WHISKAS Ramadan Berkah" dengan pesan utama “Sayangi Seperti Keluarga, Beri Makan Seperti Kucing”. 

Kampanye ini bertujuan mengedukasi pemilik agar mengekspresikan kasih sayang melalui pemberian nutrisi yang sesuai dengan keunikan biologis kucing. Program edukasi ini menjangkau lebih dari 42 juta masyarakat Indonesia melalui berbagai kanal komunikasi.

Selain edukasi, WHISKAS juga menjalankan program berbagi dengan menyediakan lebih dari 28.500 porsi makanan kucing selama Ramadan. 

Hingga saat ini, total makanan yang telah disalurkan melalui berbagai inisiatif WHISKAS mencapai lebih dari 408.500 porsi. 

Aktris Citra Kirana, yang turut mendukung kampanye ini, mengatakan, “Sebagai pemilik kucing, salah satu cara termudah untuk berbagi kebaikan adalah dengan memastikan kucing-kucing kita mendapatkan nutrisi yang lengkap dan seimbang agar mereka tetap sehat dan bahagia setiap hari”.

Country Manager Mars Petcare Indonesia, Farid Sukmana, mengungkapkan bahwa edukasi masih perlu diperluas karena praktik pemberian makanan lengkap dan seimbang di Indonesia masih berada pada tahap awal. 

“Kucing bergantung pada kita untuk menyediakan makanan yang memenuhi kebutuhan nutrisi mereka setiap hari. Mencintai mereka berarti memahami keunikan biologis mereka dan memberi mereka nutrisi lengkap dan seimbang yang didukung oleh penelitian ilmiah,” pungkas Farid  (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya