Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
MUDIK tahun ini tentunya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah 2 tahun pemerintah melarang adanya mobilitas tinggi menjelang Idulfitri, akhirnya, tahun ini, masyarakat bisa merasakan merayakan kemenangan bersama keluarga di kampung halaman.
Namun, mudik saat ini sangat berbeda karena pandemi covid-19 yang masih menghantui serta kepadatan lalu lintas (lalin) yang luar biasa akibat 2 tahun tidak Lebaran membuat masyarakat harus mempersiapkan lebih matang agar di perjalanan kondisi tubuh tidak menurun dan sampai di kampung halaman tidak dalam kondisi sakit.
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Erlina Burhan membagikan tips perjalanan mudik Lebaran, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi.
Baca juga: Aplikasi InaRisk Dukung Mudik Aman dan Sehat 2022
Pertama, selama di perjalanan, pemudik harus memiliki/mempersiapkan makanan berat, makanan ringan, air putih, vitamin, serta obat.
"Misalnya kebiasaan orang minum obat diabetes melitus ketika di tengah jalan lupa membawa akhirnya stres dan stres itu membuat gula darah naik sehingga imun tubuh menurun dan akhirnya mudah terserang penyakit termasuk covid-19," kata Erlina, Rabu (27/4).
Karenanya, obat-obat yang rutin dikonsumsi harus menjadi barang wajib yang dibawa. Karena di perjalanan pemudik harus siap menemui kondisi apa pun.
Contohnya banyak kepulan asap rokok atau apa pun yang menyebabkan sesak nafas bagi penderita asma maka obat asma harus siap tersedia di dalam tas atau kantong yang bisa dibawa kemana pun.
Kemudian hati yang selalu senang saat pulang ke daerah asal, karena pembawaan hati yang senang dapat memicu tubuh juga menjadi kuat.
"Dan hati gembira jangan sampai stres memikirkan apa pun yang membuat kondisi tubuh menurun, Dan setelah di kampung jangan terlalu bawa eforia pagi siang malam tanpa istirahat akhirnya kondisi tubuh yang drop," tuturnya.
Kemudian perjalanan jauh bagi anak yang berusia di bawah 5 tahun yang belum bisa divaksin covid-19 sebaiknya menjadi prioritas untuk mendapatkan tempat khusus dan terlindungi dari kerumunan orang. Serta pemakaian masker dan protokol kesehatan menjadi syarat wajib bagi pemudik anak.
"Anak yang belum vaksin sebaiknya diprioritaskan karena perjalanan jauh bisa berjam-jam. Jadi kalo bawa anak harus hati-hati, makanan dan susu dibawa supaya anak juga bisa makan yang benar dan teratur di perjalanan," ujarnya.
Diusahakan kondisi makan anak tetap teratur jika tidak, tubuh anak akan merasa drop dan mudah terserang penyakit.
Dan terakhir diusahakan para pemudik menggunakan masker bedah N95 atau dobel agar virus tidak mudah tembus.
"Minimal masker bedahlah karena kita tidak tahu orang sakit atau tidak. Saya sarankan keramaian dalam waktu lama sebaiknya masker N95," ucapnya. (OL-1)
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
MOMENTUM libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
LEBARAN 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Chef Gun menilai pola memasak masyarakat Indonesia masih cenderung tidak efisien, terutama kebiasaan menyalakan kompor sebelum semua bahan siap.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved