Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MUDIK tahun ini tentunya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Setelah 2 tahun pemerintah melarang adanya mobilitas tinggi menjelang Idulfitri, akhirnya, tahun ini, masyarakat bisa merasakan merayakan kemenangan bersama keluarga di kampung halaman.
Namun, mudik saat ini sangat berbeda karena pandemi covid-19 yang masih menghantui serta kepadatan lalu lintas (lalin) yang luar biasa akibat 2 tahun tidak Lebaran membuat masyarakat harus mempersiapkan lebih matang agar di perjalanan kondisi tubuh tidak menurun dan sampai di kampung halaman tidak dalam kondisi sakit.
Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) Erlina Burhan membagikan tips perjalanan mudik Lebaran, terutama yang menggunakan kendaraan pribadi.
Baca juga: Aplikasi InaRisk Dukung Mudik Aman dan Sehat 2022
Pertama, selama di perjalanan, pemudik harus memiliki/mempersiapkan makanan berat, makanan ringan, air putih, vitamin, serta obat.
"Misalnya kebiasaan orang minum obat diabetes melitus ketika di tengah jalan lupa membawa akhirnya stres dan stres itu membuat gula darah naik sehingga imun tubuh menurun dan akhirnya mudah terserang penyakit termasuk covid-19," kata Erlina, Rabu (27/4).
Karenanya, obat-obat yang rutin dikonsumsi harus menjadi barang wajib yang dibawa. Karena di perjalanan pemudik harus siap menemui kondisi apa pun.
Contohnya banyak kepulan asap rokok atau apa pun yang menyebabkan sesak nafas bagi penderita asma maka obat asma harus siap tersedia di dalam tas atau kantong yang bisa dibawa kemana pun.
Kemudian hati yang selalu senang saat pulang ke daerah asal, karena pembawaan hati yang senang dapat memicu tubuh juga menjadi kuat.
"Dan hati gembira jangan sampai stres memikirkan apa pun yang membuat kondisi tubuh menurun, Dan setelah di kampung jangan terlalu bawa eforia pagi siang malam tanpa istirahat akhirnya kondisi tubuh yang drop," tuturnya.
Kemudian perjalanan jauh bagi anak yang berusia di bawah 5 tahun yang belum bisa divaksin covid-19 sebaiknya menjadi prioritas untuk mendapatkan tempat khusus dan terlindungi dari kerumunan orang. Serta pemakaian masker dan protokol kesehatan menjadi syarat wajib bagi pemudik anak.
"Anak yang belum vaksin sebaiknya diprioritaskan karena perjalanan jauh bisa berjam-jam. Jadi kalo bawa anak harus hati-hati, makanan dan susu dibawa supaya anak juga bisa makan yang benar dan teratur di perjalanan," ujarnya.
Diusahakan kondisi makan anak tetap teratur jika tidak, tubuh anak akan merasa drop dan mudah terserang penyakit.
Dan terakhir diusahakan para pemudik menggunakan masker bedah N95 atau dobel agar virus tidak mudah tembus.
"Minimal masker bedahlah karena kita tidak tahu orang sakit atau tidak. Saya sarankan keramaian dalam waktu lama sebaiknya masker N95," ucapnya. (OL-1)
Pemerintah memperkuat pengawasan terhadap harga, keamanan, dan mutu pangan menjelang akhir Ramadan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.
Nayla Purnama, yang berperan sebagai Tasya dalam film Senin Harga Naik, mengatakan lebaran adalah waktu terbaik untuk melakukan Family Me Time. .
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Film Tunggu Aku Sukses Nanti membawa premis yang cukup menarik dan spesifik tentang perkumpulan keluarga besar pada saat Lebaran.
Berbeda dari tema film keluarga lainnya, Rapi Film menghadirkan Tunggu Aku Sukses Nanti yang membawa tema besar pada kumpul keluarga saat Lebaran.
Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) meminta pemerintah tidak hanya mengawasi perdagangan daging sapi, tetapi juga daging kerbau impor yang beredar di pasar.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved