Minggu 05 Desember 2021, 08:45 WIB

Ini Lima Cara Ajak Anak Sukai Ilmu Pengetahuan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Lima Cara Ajak Anak Sukai Ilmu Pengetahuan

freepik
Ilustrasi

 

ADA banyak alasan untuk membangun literasi ilmu pengetahuan anak. Ilmu pengetahuan lebih dari sekedar mata pelajaran di sekolah, ilmu pengetahuan memberikan banyak dampak positif bagi perkembangan anak.

Sebagai contoh, penelitian dari Indonesia yang mempelajari 120 siswa sekolah dasar menemukan bahwa pendidikan Science, Technology, Engineering, dan Math (STEM) dapat membentuk keterampilan berpikir kritis mereka.

Selain itu, sebuah analisa konten yang diterbitkan pada 2020 juga menyimpulkan pembelajaran STEM dapat membekali siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan di industri 4.0 yang mendorong lebih banyak inovasi.

Baca juga: Sanggar Senja Perjuangkan Pendidikan dan Identitas Anak-Anak Jalanan

Temuan dari survei global 3M pada 2021 mengenai persepsi ilmu pengetahuan, 3M State of Science Index menemukan akibat adanya pandemi covid-19, bidang STEM pun menjadi fokus utama. 

Hampir semua responden di Asia Pasifik, atau sebanyak 91% setuju dunia membutuhkan lebih banyak orang yang berkarier di bidang STEM.

Untungnya, 73% responden setuju bahwa generasi muda kini lebih banyak terlibat dalam ilmu pengetahuan dan isu-isu yang terkait ilmu pengetahuan daripada sebelumnya.

Berikut adalah lima cara mudah dan menyenangkan yang bisa Anda lakukan. Cara ini disebut mudah, karena pada dasarnya ilmu pengetahuan ada di sekitar kita, baik di dalam rumah, di alam sekitar, bahkan di dalam tubuh kita.

1. Eksplorasi pertanyaan dan jawaban

Mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anak Anda dan cari jawabannya bersama-sama. Saat muncul pertanyaan dari anak Anda, itulah waktu terbaik untuk belajar.

Ketika si kecil bertanya, luangkan waktu untuk menjelaskan kepada anak Anda. Jika Anda tidak yakin dengan jawabannya, jadikan ini sebagai kesempatan untuk belajar lagi.

Cari jawaban bersama dengan anak Anda dengan mengunjungi perpustakaan atau membaca artikel daring.

Namun, di era internet ini, di mana informasi tersedia secara bebas, sangat penting untuk memilah-milah informasi. Pastikan untuk selalu merujuk ke sumber yang terpercaya dan gunakan alat untuk memeriksa fakta secara daring seperti Google's Fact Check Tools dan FactCheck.org untuk memastikan bahwa Anda tidak membaca berita palsu.

Secara bergantian, orangtua juga dapat memberikan pertanyaan untuk mendorong anak-anak untuk belajar dan mengeksplorasi.

Sebuah studi pada 2019 tentang permainan anak berusia 4-6 tahun di sebuah pameran yang melibatkan roda gigi (gears) menemukan bahwa jenis pertanyaan yang diajukan oleh orangtua juga mempengaruhi perilaku anak-anak mereka.

Orangtua yang mendorong anak-anak mereka untuk menjelaskan mekanisme menghasilkan diskusi yang lebih besar tentang mekanisme dari sebuah roda gigi. Sementara itu, dorongan untuk mengeksplorasi menyebabkan lebih banyak waktu menghubungkan roda gigi.

Daripada menghindar ketika anak Anda mengajukan pertanyaan, gunakan kesempatan ini untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan bersama dan mengajari mereka pelajaran penting dari sebuah penelitian dan penemuan.

2. Bermain permainan ilmu pengetahuan

Ikut terlibat dalam sebuah permainan memiliki lebih banyak manfaat daripada yang Anda kira. Sebuah laporan yang diterbitkan American Academy of Pediatrics menunjukkan bermain menumbuhkan keterampilan sosial-emosional, kognitif, bahasa dan menngelola diri sendiri yang mendukung fungsi penting dan perkembangan otak anak.

Ajari anak Anda bagaimana cara kerja gesekan dengan memainkan permainan tarik tambang atau biarkan mereka membuat permainan papan atau board game sendiri menggunakan sirkuit kertas.

Jika Anda lebih suka game ilmu pengetahuan daring, Code sebagai organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperluas akses anak-anak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai komputer & memperkenalkan ilmu pengetahuan mengenai komputer kepada anak Anda dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna, seperti belajar seputar Angry Birds dan Minecraft.

3. Buat mainan sendiri

Meskipun teknologi adalah alat yang bagus untuk mempelajari ilmu pengetahuan, kita tetap bisa melakukannya tanpa harus melihat layar gadget.

Dorong anak Anda untuk membuat mainan mereka sendiri menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar mereka

Menurut jajak pendapat yang dilakukan Gallup terhadap lebih dari 1.036 guru, 2.673 orang tua, dan 853 siswa, mempromosikan kreativitas dalam pendidikan adalah kunci.

Mendorong kreativitas selama proses belajar akan meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan berpikir kritis pada siswa.

Selain dapat menyerap lebih banyak konten, siswa juga dapat dapat menguasai mata pelajaran yang berbeda, memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang mata pelajaran, dan performa ujian yang lebih baik secara
keseluruhan.

4. Kunjungi museum ilmu pengetahuan dan pameran

Ajak anak-anak Anda ke acara ilmu pengetahuan selama akhir pekan atau liburan sekolah. Ini adalah petualangan yang sempurna untuk belajar dan menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga.

5. Ikut terlibat dalam kegiatan secara langsung

Memanfaatkan rasa ingin tahu anak-anak Anda yang tidak pernah berakhir dan ajak mereka untuk terlibat dalam semua kegiatan.

Cobalah berbagai eksperimen sederhana di rumah yang dapat ditemukan di webiste 3M Science At Home. 

Lihat bagaimana Anda dapat menggunakan barang-barang di rumah untuk bereksperimen dengan ilmu pengetahuan dengan cara yang menyenangkan dan mendidik, seperti misalnya membuat roket dari kertas, atau pelajari bagaimana Anda dapat membuat efek kembang api yang menakjubkan. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

DPR: Hadapi Gelombang Omikron, Masyarakat Diminta Saling Menjaga

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:12 WIB
Diketahui 2 pasien covid-19 varian omikron di Indonesia dilaporkan meninggal pada Sabtu, 22 Januari...
MI/Kristiadi

PDPI Minta Pemerintah Tinjau Ulang PTM Antisipasi Penularan Omikron

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:02 WIB
Ketua Pokja Infeksi PP PDPI Erlina Burhan menyebut seharusnya PTM tidak dilakukan terhadap anak-anak usia 6-11 tahun sampai kasus varian...
MI/Naviandri

Unpad Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi Terbaik Nasional Versi 4ICU uniRank

👤Faustinus Nua 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:53 WIB
Unpad meraih peringkat ke-9, meningkat signifikan dari peringkat ke-30 pada tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya