Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBAB pasti sariawan belum diketahui secara jelas hingga kini. Namun, beberapa faktor diyakini menjadi pemicu timbulnya penyakit tersebut. Sariawan juga dipercaya sebagai gejala sekunder yang dialami mereka yang daya tahan tubuhnya menurun.
Saat imunitas melemah, tubuh bisa mengalami kurang cairan, kurang mineral, kelelahan fisik maupun mental serta gangguan asupan nutrisi. Hal itu mengakibatkan tubuh mengalami ketidakseimbangan fungsi fisiologis.
Wujudnya bisa timbul sariawan, susah buang air besar, sakit tenggorokan, bau mulut, bibir pecah-pecah dan lain-lain. Bahkan, tubuh juga rawan terinfeksi oleh kuman maupun jamur, seperti Candida, saat daya tahan menurun. Dikutip dari laman webmd.com, sejumlah kecil jamur Candida ini ditemukan di dalam mulut, saluran pencernaan dan kulit manusia sehat.
Baca juga: Sariawan, Salah Satu Gejala Seseorang Terkena Diabetes
Dalam situasi normal, jamur ini hidup berdampingan dengan bakteri dan mikroorganisme lainnya di dalam tubuh. Tetapi, penyakit tertentu, stres, atau pengobatan dapat menyebabkan keseimbangan terganggu dan membuat pertumbuhan jamur tidak terkontrol sehingga menyebabkan sariawan.
Tanda-tandanya sangat mudah dikenali. Dimulai dengan munculnya bagian berwarna putih yang kemudian menjadi luka. Inilah yang biasanya dirasa sakit dan bisa berdarah jika tidak sengaja tergores atau tersikat.
Dalam kasus yang lebih parah, luka tersebut bisa menyebar hingga ke esofagus atau jalur untuk menelan makanan, hingga menyebabkan kesulitan menelan, perasaan makanan tertahan di kerongkongan, dan demam.
Sariawan lebih gampang penanganannya jika dicegah sejak awal. Beberapa langkah yang bisa diterapkan di antaranya adalah:
Jika masalah keburu datang, yang harus dilakukan adalah mengobatinya. Hal itu memerlukan waktu terutama bagi mereka yang daya tahan tubuhnya lemah. Jenis obat-obatan yang tersedia di pasaran untuk sariawan secara umum terdiri atas obat kimia dan obat herbal.
Obat kimia yang biasanya diberikan untuk mengatasi sariawan terdiri dari obat analgetik, antiradang, antijamur, antibakteri, serta vitamin. Beberapa orang harus memerhatikan kontraindikasi ketika mengonsumsi obat antiradang mengingat efek sampingnya yang dapat menyebabkan gangguan lambung.
Sedangkan, obat herbal yang banyak digunakan untuk mengatasi sariawan ialah saga manis (Abri folium). Saga manis merupakan tanaman herbal asli Indonesia.
Baca juga: Minuman Rempah Alternatif Pelepas Dahaga saat Puasa
Berdasarkan penelitian ilmiah, baik bagian akar maupun daun saga manis mengandung zat bernama glycyrhizin. Zat tersebut berfungsi sebagai antiradang yang meredakan peradangan akibat sariawan.
Golongan herbal lainnya yang banyak digunakan untuk meredakan sariawan adalah bunga krisan (Crysanthemi flos) dan alangalang (Imperatae rhizome). Kedua tanaman ini diyakini berkhasiat sebagai antipiretik atau penurun panas serta mengurangi rasa sakit. Gejala tersebut terutama timbul pada mereka yang mengalami panas dalam.
Minat masyarakat untuk menggunakan obat herbal sebagai pereda sariawan semakin meningkat. Namun, tak sedikit juga masyarakat yang enggan mengolah tanaman herbal dengan cara konvensional untuk memperoleh khasiatnya.
Hal itu mengundang produsen jamu untuk menciptakan inovasi produk yang berkhasiat dan mampu memberikan kepraktisan bagi para konsumennya.
Salah satu perusahaan jamu besar di Indonesia, PT Deltomed Laboratories baru-baru ini meluncurkan produk bernama Kuldon Sariawan. Produk itu berbentuk tablet herbal pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk meredakan sariawan. Sediaan tablet ini memudahkan konsumen mendapatkan manfaat dari tanaman herbal asli Indonesia.
Tanaman herbal yang terkandung dalam Kuldon di antaranya saga manis, bunga krisan dan akar alang. Untuk memberikan hasil yang lebih efektif, formulasi tablet ditambahkan ekstrak Licorice dan ekstrak thyme (Thymi herba) yang dikenal sebagai antiinfl amasi.
Thyme juga diketahui berkhasiat sebagai antiseptik yang membantu mengatasi masalah kurangnya kebersihan dalam rongga mulut. Kombinasi dari seluruh bahanbahan herbal tersebut diharapkan membantu mengatasi semua penyebab sariawan dengan efek samping yang minimal sekaligus membantu mengobati sumber sariawan itu sendiri.
Tablet Kuldon dapat dikonsumsi oleh kalangan dewasa dan anakanak yang berusia di atas 6 tahun. Dosis untuk orang dewasa adalah dua tablet tiga kali sehari, sedangkan dosis untuk anak-anak setengah dari dosis orang dewasa. Cara konsumsinya dapat diminum langsung atau dikunyah terlebih dulu sebelum ditelan. (S-25)
[email protected]
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Memasuki awal tahun 2026, pertanyaan puasa berapa hari lagi mulai ramai diperbincangkan oleh umat Islam.
Lebih dari 70 studi menunjukkan puasa 8–24 jam tidak memengaruhi daya ingat, fokus, atau penalaran pada orang dewasa. Namun, efeknya berbeda pada anak dan remaja.
Cara membayar fidyah puasa dengan uang versi Hanafiyah adalah dengan memberikan nominal yang sebanding dengan harga kurma atau anggur seberat 3,25 kg untuk per hari puasa yang ditinggalkan.
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto disebut-sebut menjalani tirakat dengan berpuasa tiga hari tiga malam di dalam Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
Puasa Tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama pada bulan Dzulhijjah.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Masyarakat harus lebih berhati-hati akan kondisi gusi mereka, karena radang yang terjadi di mulut bisa membuat berbagai penyakit serius yang berbahaya.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Menyikat gigi dua kali sehari belum tentu cukup. Simak empat kesalahan umum menurut ahli gigi yang bisa membuat gigi rusak meski sudah rajin sikat gigi.
Penelitian terbaru menemukan orang dengan gigi berlubang dan penyakit gusi memiliki risiko stroke 86% lebih tinggi.
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved