Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANGbulan puasa Ramadan hingga Idul Fitri mendatang, masyarakat dimanjakan dengan beragam menu minuman berpemanis yang menggunakan sirup. Padahal, produk tersebut memiliki kandungan pemanis buatan yang akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.
Karena itu, dosen Prodi Pengobat Tradisional, Universitas Airlangga (Unair) Myrna Adianti menyarankan agar masyarakat mengganti minuman berpemanis buatan itu dengan minuman berbahan herbal.
"Salah satu bahan herbal yang memiliki segudang manfaat yaitu kencur, temulawak, jahe merah. Kencur ini banyak manfaatnya selain dibuat masakan, kencur bisa dibuat minuman untuk mengatasi sakit kepala atau migrain, dan pegal linu,” jelasnya seperti dikutip dari laman Unair, Senin (25/4).
Selain kencur, imbuh Myrna, temulawak juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Temulawak dapat dimanfaatkan untuk mengatasi letih dan lesu dan dapat dinikmati sebagai olahan sirup. "Namun untuk penderita penyakit gangguan pencernaan harus mendapatkan anjuran atau konsultasi ke dokter untuk mengkonsumsi temulawak sebagai bahan herbal," kata dia.
Mahasiswa Program Studi Pengobat Tradisional Unair Bunga Azka Salsabila Afandi, mengungkapkan bahwa masyarakat perlu diedukasi. Masyarakat perlu mendapat pemahaman terkait asuhan mandiri mengenai penggunaan herbal dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatasi gangguan muskuloskeletal.
"Selain itu ini juga membantu masyarakat untuk memiliki keterampilan berupa pengolahan herbal dengan cara yang lebih baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur dan anjuran dari kemenkes,” ujar Bunga.
“Menjelang ramadhan biasanya orang-orang berbondong-bondong beli sirup makanya kita bahas materi sirup supaya masyarakat bisa bikin dan nanti pas lebaran konsumsi sirupnya sirup herbal,” tandasnya. (H-2)
Tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsi herbal karena khawatir dapat memicu gangguan lambung.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
Daun sirsak dikenal sebagai salah satu bahan herbal dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari melancarkan sistem pencernaan hingga membantu mencegah kanker.
Metabolisme individu juga berperan dalam menentukan seberapa efektif tubuh dapat menyerap nutrisi dari makanan.
Jahe merah mengandung senyawa aktif yang bermanfaat untuk menghangatkan tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta memperkuat daya tahan tubuh.
Teh hijau atau Camellia sinensis merupakan sumber antioksidan epigallocatechin gallate (EGCG), yang terbukti memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Jelita mesti waspada atas produk kesehatan yang mengaku berbahan dasar herbal yang berbahaya namun mengandung bahan kimia obat (BKO).
PENELITI Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Ayu Savitri Nurinsiyah mengungkapkan lima kelompok keong darat yang memiliki potensi pengobatan herbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved