Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Sering kali mulut dianggap seolah-olah terpisah dari tubuh. Kesehatan mulut, termasuk gigi dan gusi, ternyata berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian pada orang dewasa dengan penyakit gusi parah menemukan hasil dai hubungan ini.
Perawatan gusi menyeluruh mampu memperlambat penebalan arteri leher selama dua tahun. Perubahan ini sejalan dengan fungsi pembuluh darah yang lebih baik. Serta menurunnya peradangan dalam aliran darah.
Penelitian ini dilakukan secara acak terkontrol di London melibatkan 135 orang dewasa. Dengan periodontitis parah, yaitu infeksi kronis pada jaringan penyangga gigi. Peserta dibagi ke dalam dua kelompok, atu menerima perawatan intensif. Sementara yang lain hanya mendapat pembersihan rutin, dan dipantau selama dua tahun.
Tim peneliti dipimpin oleh Dr. Marco Orlandi dari University College London (UCL), bersama para ahli periodonsia dan kardiologi. Mereka memiliki tujuan untuk menilai terkait hal ini. Apakah perawatan gusi intensif bisa membawa perubahan positif pada arteri yang penting bagi kesehatan jantung dan otak.
Kelompok intensif mendapat pembersihan mendalam di bawah gusi, scaling seluruh mulut, dan terapi korektif bila diperlukan. Sedangkan kelompok pembanding hanya mendapat perawatan standar berupa scaling dan polishing ringan.
Untuk mengukur hasil, para peneliti menggunakan ultrasonografi guna melihat ketebalan dinding arteri karotis (carotid intima-media thickness/CIMT). Serta tes pelebaran pembuluh darah di lengan. Mereka juga mengambil sampel darah untuk menilai tanda-tanda peradangan dan stres oksidatif.
Arteri karotis bertugas mengirim darah ke otak. Lapisan dalamnya bisa menebal secara bertahap seiring penumpukan plak. Meta-analisis terhadap 119 uji klinis menemukan bahwa memperlambat penebalan arteri karotis hanya 0,01 milimeter per tahun. Ini berkaitan erat dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sekitar 9%.
Meskipun penebalan karotis bukan penyakit itu sendiri, tanda ini membantu dokter memantau perubahan arteri seiring waktu. Sehingga, peneliti menggabungkan pemeriksaan struktur (ultrasonografi) dengan fungsi pembuluh darah serta biomarker darah. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Perubahan kecil mungkin terlihat sepele di atas kertas. Tapi dalam jangka panjang bisa berdampak besar bagi kesehatan jantung dan otak. Infeksi gusi bukan sekadar masalah mulut. Bakteri dan toksin dapat masuk ke pembuluh darah kecil. Memicu sistem imun, lalu menyebarkan sinyal peradangan yang mempercepat aterosklerosis.
Lapisan dalam pembuluh darah, yang disebut endotelium, berperan penting menjaga elastisitas arteri. Infeksi kronis pada gusi bisa membuat arteri lebih kaku. Mengurangi beban peradangan di mulut berarti membantu meringankan tekanan pada pembuluh darah.
Mekanisme ini terjadi di luar jalur klasik kolesterol. Artinya, manfaat perawatan gusi tidak bergantung pada faktor risiko kardiovaskular tradisional.
Setelah dua tahun, lapisan dalam arteri karotis pada kelompok perawatan intensif lebih tipis. Sekitar 0,02 milimeter dibanding kelompok kontrol. Menandakan penuaan arteri yang lebih lambat.
Fungsi pembuluh darah juga membaik hanya dalam dua bulan setelah perawatan. Hasil ini bertahan hingga akhir penelitian. Tes darah menunjukkan penurunan protein peradangan serta penanda stres oksidatif. “Saya benar-benar terkejut saat pertama kali melihat data,” ujar Dr. Orlandi.
Meski menjanjikan, penelitian ini dilakukan di satu lokasi dengan peserta yang relatif sehat selain penyakit gusi. Hasilnya perlu diuji di populasi lebih luas dengan kondisi kesehatan beragam.
Selain itu, penelitian hanya menilai perubahan biomarker. Bukan langsung angka kejadian serangan jantung atau stroke.
Perawatan gusi bukan pengganti obat dan gaya hidup sehat. Namun, ia bisa menjadi pendukung penting dalam pencegahan penyakit jantung. Penelitian lanjutan perlu melihat apakah perawatan periodontal benar-benar menurunkan kardiovaskular di masa depan.
Penyakit gusi cukup umum, menurut CDC, menyerang 4 dari 10 orang dewasa di AS berusia 30 tahun ke atas. Gejalanya sering diabaikan, seperti gusi berdarah atau bau mulut.
Dokter gigi biasanya menangani kasus lanjut dengan pembersihan mendalam, root planing, dan perawatan terjadwal. Penelitian ini menggunakan metode yang sama, hanya dengan pendekatan sistematis.
Kebiasaan sederhana menjaga kebersihan gigi. Seperti menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan sela gigi, dan rutin kontrol gigi membantu mencegah plak dan peradangan. Jika periodontitis terdeteksi, dokter akan merekomendasikan pembersihan mendalam di bawah gusi.
Seperti halnya mengukur tekanan darah, kolesterol, atau paparan rokok. Kesehatan mulut juga layak masuk dalam daftar pemantauan. Mulut dan tubuh adalah satu kesatuan, merawat keduanya adalah langkah terbaik. (earth.com/Z-10)
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Penelitian terbaru mengungkap tunas bambu (rebung) berpotensi menjadi superfood global yang ampuh mengontrol gula darah hingga kesehatan jantung.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa orang dewasa yang berjalan kaki dengan durasi lebih lama lebih dari 10 menit
untuk menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko kematian, cara melakukan jalan kaki ternyata perlu diperhatikan.
Puding chia juga direkomendasikan karena biji chia diketahui berperan dalam menurunkan trigliserida dan kolesterol
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin berolahraga dan menjauhi stres.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved