Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BUAH-buahan sering kali dianggap hanya sebagai pelengkap dalam diet harian. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan buah tertentu bisa memegang peran krusial bagi kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang berada di kondisi prediabetes.
Para peneliti menguji sebuah gagasan sederhana. Apa yang terjadi jika orang dengan prediabetes menambahkan dua jenis buah spesifik ke dalam menu mereka tanpa mengubah gaya hidup lainnya?
Penelitian ini melibatkan sekelompok orang dewasa dengan prediabetes yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, yang disebut kelompok Alpukat-Mangga (AM), diwajibkan mengonsumsi satu buah alpukat jenis Hass ukuran sedang dan satu cangkir mangga segar setiap hari selama delapan minggu.
Sementara itu, kelompok kedua (kontrol) mengonsumsi jumlah kalori yang sama, namun mengganti porsi buah tersebut dengan makanan berbasis karbohidrat. Menariknya, tidak ada peserta yang diminta menurunkan berat badan atau mengubah kebiasaan olahraga mereka.
Setelah delapan minggu, kelompok yang rutin mengonsumsi buah menunjukkan keunggulan pada beberapa ukuran kesehatan kardiovaskular:
Meski terlihat berbeda secara rasa, keduanya saling melengkapi secara nutrisi. Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat bagi jantung, kalium, dan serat. Sedangkan mangga menyumbang vitamin C, antioksidan, dan serat tambahan. Secara kolektif, asupan ini terbukti memperbaiki indikator kesehatan jantung dan beberapa penanda fungsi ginjal.
Dr. Britt Burton-Freeman, peneliti utama sekaligus profesor di Illinois Institute of Technology, menekankan pentingnya strategi berbasis makanan ini.
"Penelitian ini memperkuat kekuatan strategi 'utamakan makanan' untuk membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, terutama pada populasi rentan seperti mereka yang menderita prediabetes," ujar Dr. Burton-Freeman.
Salah satu poin paling menarik dari studi ini adalah perbaikan kesehatan terjadi tanpa adanya penurunan berat badan atau perubahan aktivitas fisik. Hal ini membuktikan bahwa makanan padat nutrisi dapat memperbaiki penanda kesehatan secara mandiri.
"Ini adalah pesan yang menyemangati, tambahan kecil yang padat nutrisi, seperti memasukkan alpukat dan mangga ke dalam hidangan dan camilan, dapat mendukung kesehatan jantung tanpa memerlukan aturan ketat atau perombakan besar-besaran pada pola makan," tambah Dr. Burton-Freeman.
Meski bukan obat segalanya, karena tidak ditemukan perbedaan pada kolesterol atau gula darah dalam studi ini, temuan ini memberikan bukti nyata bahwa perubahan kecil di meja makan bisa memberikan perlindungan besar bagi jantung Anda. (Earth/Z-2)
Mangga dikenal sebagai raja buah di banyak negara tropis karena rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang tinggi. Buah ini tumbuh subur di daerah beriklim hangat
Mangga termasuk salah satu buah yang paling populer di dunia karena rasanya yang lezat dan kaya akan nutrisi seperti vitamin C, vitamin A, serat, dan antioksidan.
Penelitian terbaru menunjukkan mangga bisa dikonsumsi penderita diabetes tipe 2 tanpa meningkatkan gula darah secara signifikan.
Penelitian di India ungkap, mangga bisa aman untuk penderita diabetes tipe 2 jika dikonsumsi terkontrol. Simak manfaat, riset, dan tips aman makannya.
Mangga, buah tropis yang digemari karena rasa manis dan segarnya, tak hanya nikmat di lidah, tetapi juga kaya akan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan
Kelebihan berat badan, terutama penumpukan lemak di sekitar perut, melemahkan kemampuan kerja insulin atau menurunkan sensitivitas insulin.
Prediabetes dan obesitas pada remaja bisa memicu kerusakan jantung dini dan sindrom metabolik.
Prediabetes adalah kondisi kadar gula darah yang lebih tinggi dari normal tetapi belum mencapai ambang diabetes tipe 2. Bila tidak ditangani dengan baik bisa menjadi diabetes tipe 2.
Ada sejumlah makanan yang perlu dihindari untuk prediabetes sehingga dapat mencegah Anda terkena diabetes.
Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula dalam darah sudah melebihi batas normal, tetapi tidak tinggi seperti pada penderita diabetes tipe 2.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved