Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Alpukat dan Mangga, Duet Superfood yang Ampuh Jaga Kesehatan Jantung Pasien Prediabetes

Thalatie K Yani
17/3/2026 08:46
Alpukat dan Mangga, Duet Superfood yang Ampuh Jaga Kesehatan Jantung Pasien Prediabetes
Ilustrasi(freepik)

BUAH-buahan sering kali dianggap hanya sebagai pelengkap dalam diet harian. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan buah tertentu bisa memegang peran krusial bagi kesehatan jantung, terutama bagi mereka yang berada di kondisi prediabetes.

Para peneliti menguji sebuah gagasan sederhana. Apa yang terjadi jika orang dengan prediabetes menambahkan dua jenis buah spesifik ke dalam menu mereka tanpa mengubah gaya hidup lainnya?

Metode Penelitian: Fokus pada Dua Buah

Penelitian ini melibatkan sekelompok orang dewasa dengan prediabetes yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, yang disebut kelompok Alpukat-Mangga (AM), diwajibkan mengonsumsi satu buah alpukat jenis Hass ukuran sedang dan satu cangkir mangga segar setiap hari selama delapan minggu.

Sementara itu, kelompok kedua (kontrol) mengonsumsi jumlah kalori yang sama, namun mengganti porsi buah tersebut dengan makanan berbasis karbohidrat. Menariknya, tidak ada peserta yang diminta menurunkan berat badan atau mengubah kebiasaan olahraga mereka.

Hasil yang Signifikan bagi Pembuluh Darah

Setelah delapan minggu, kelompok yang rutin mengonsumsi buah menunjukkan keunggulan pada beberapa ukuran kesehatan kardiovaskular:

  • Fungsi Pembuluh Darah (FMD): Peneliti mengukur flow-mediated dilation (FMD), yaitu kemampuan arteri untuk melebar dan melentur saat aliran darah meningkat. Skor FMD kelompok buah melonjak menjadi 6,7%, sedangkan kelompok kontrol justru turun ke angka 4,6%.
  • Tekanan Darah Diastolik: Terjadi perbaikan signifikan pada tekanan darah, khususnya di kalangan pria. Kelompok buah mengalami penurunan tekanan darah sekitar 1,9 poin, sementara pria di kelompok kontrol justru mengalami kenaikan rata-rata 5 poin.

Mengapa Alpukat dan Mangga?

Meski terlihat berbeda secara rasa, keduanya saling melengkapi secara nutrisi. Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal yang sehat bagi jantung, kalium, dan serat. Sedangkan mangga menyumbang vitamin C, antioksidan, dan serat tambahan. Secara kolektif, asupan ini terbukti memperbaiki indikator kesehatan jantung dan beberapa penanda fungsi ginjal.

Dr. Britt Burton-Freeman, peneliti utama sekaligus profesor di Illinois Institute of Technology, menekankan pentingnya strategi berbasis makanan ini.

"Penelitian ini memperkuat kekuatan strategi 'utamakan makanan' untuk membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, terutama pada populasi rentan seperti mereka yang menderita prediabetes," ujar Dr. Burton-Freeman.

Tidak Perlu Perombakan Total

Salah satu poin paling menarik dari studi ini adalah perbaikan kesehatan terjadi tanpa adanya penurunan berat badan atau perubahan aktivitas fisik. Hal ini membuktikan bahwa makanan padat nutrisi dapat memperbaiki penanda kesehatan secara mandiri.

"Ini adalah pesan yang menyemangati, tambahan kecil yang padat nutrisi, seperti memasukkan alpukat dan mangga ke dalam hidangan dan camilan, dapat mendukung kesehatan jantung tanpa memerlukan aturan ketat atau perombakan besar-besaran pada pola makan," tambah Dr. Burton-Freeman.

Meski bukan obat segalanya, karena tidak ditemukan perbedaan pada kolesterol atau gula darah dalam studi ini, temuan ini memberikan bukti nyata bahwa perubahan kecil di meja makan bisa memberikan perlindungan besar bagi jantung Anda. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik