Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, untuk mempersiapkan penyelenggaraan pekan olahraga nasional (PON) Papua yang akan berlangsung pada 2 Oktober 2021 mendatang, Kementerian Kesehatan berupaya untuk mempercepat vaksinasi di wilayah Papua.
"Percepatan vaksinasi diutamakan di 4 kabupaten/kota yang akan menjadi tempat penyelenggaraan PON, ya. Saat ini cakupan sudah mendekati 20%" kata Nadia saat dihubungi, Minggu (19/9).
Adapun, Nadia mengungkapkan langkah yang dilakukan untuk melakukan percepatan vaksinasi yakni dengan menambah alokasi vaksin bagi 4 kabupaten/kota sesuai dengan target sasaran wilayah tersebut. Selain itu, sentra vaksinasi juga diperbanyak agar masyarakat di semua wilayah sasaran medapatkan vaksin dengan mudah.
Baca juga: Pemerintah Wajbkan Penumpang Dari Luar Negeri Tes PCR di Bandara
"Selain itu kita bekerja sama dengan pihak organisasi masyarakat," pungkas Nadia.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laman Kementerian Kesehatan, cakupan vaksinasi di wilayah Papua untuk vaksin dosisi 1 baru mencapai 18,89%. Selanjutnya, vaksin dosis 2 sebanyak 12,13%.
Dihubungi terpisah, Epidemiolog Dicky Budiman mengungkapkan, selain vaksinasi, hal pentig yang tidak boleh terlupakan ialah pengawasan mobilitas kontingen PON Papua guna mencegah penularan dan penyebaran covid-19.
"Kalau pelaksanaan PON akan tetap dilakukan, harus ada pengawasan yang sangat ketat. Jadi artinya di 4 lokasi tersebut jangan ada kontak dengan dunia luarnya. Pengawasan harus benar-benar diperketat," tegas Dicky. (H-3)
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved