Minggu 19 September 2021, 09:28 WIB

Pemerintah Wajbkan Penumpang Dari Luar Negeri Tes PCR di Bandara

Despian Nurhidayat | Humaniora
Pemerintah Wajbkan Penumpang Dari Luar Negeri Tes PCR di Bandara

Antara
Pemerintah mewajiabkan penumpang dari luar negeri untuk dites PCR mulai Minggu (19/9/2021)

 

KEMENTERIAN Perhubungan Republik Indonesia, menerbitkan Surat Edaran Nomor 74 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi covid-19. Dengan terbitnya surat edaran tersebut, peningkatan penerapan protokol kesehatan terhadap penumpang pesawat rute internasional akan digencarkan.

"SE Nomor 74 Tahun 2021 pada prinsipnya untuk mencegah terjadinya peningkatan penularan covid-19 termasuk varian virus SARS-CoV-2 baru yang telah bermutasi menjadi varian Alpha, varian Beta, varian Delta, varian Gamma dan varian MU (B.1.621) serta potensi berkembangnya varian baru lainnya," ungkap Plt. Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno-Hatta (Soeta) Y. Gandoz, dalam keterangan resminya, Minggu (19/9).

Di Bandara Soeta, untuk melaksanakan ketentuan SE Nomor 74/2021, para stakeholder menetapkan prosedur baru untuk kedatangan internasional yang mulai diterapkan hari ini (19/9) pukul 00.00 WIB.

"Seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta antara lain AP II, Otoritas Bandara Wilayah I, KKP, Kemenkes, Satgas Udara Penanganan COVID-19, maskapai, dan instansi lainnya telah berkoordinasi untuk menerapkan prosedur baru yang sejalan dengan SE Kemenhub Nomor 74/2021, bagi penumpang rute internasional yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, lanjut Executive General Manager Bandara Soeta Agus Haryadi.

Agus menambahkan, berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan seluruh stakeholder, sejumlah checkpoint ditetapkan untuk menjalankan prosedur baru kedatangan penumpang internasional di Bandara Soeta. Checkpoint tersebut sebagai berikut:

Checkpoint 1

Penumpang rute internasional (WNI dan WNA) yang mendarat di Bandara Soeta setelah turun dari pesawat akan menuju area holding, untuk dilakukan pendataan sesuai kriteria Keputusan Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 11/2021 (pekerja migran, pelajar/mahasiswa, pegawai pemerintah), dan pendataan untuk WNI dan pelaku perjalanan lainnya sesuai ketentuan di luar kriteria keputusan Ketua Satgas tersebut.

Checkpoint 2

Seluruh penumpang kemudian menuju area verifikasi dokumen kesehatan yang dilakukan oleh personel KKP Kementerian Kesehatan. Dokumen yang diverifikasi antara lain kartu vaksinasi, eHAC Internasional, surat hasil RT-PCR COVID-19 dari negara asal, dan dokumen lainnya yang dipersyaratkan dalam SE Kemenhub 74/2021. Pada titik ini, personel KKP  juga akan melakukan klasifikasi lokasi karantina.

Checkpoint 3

Seluruh penumpang kemudian menjalani tes PCR di bilik yang terletak masih di Area Kedatangan Internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Adapun layanan tes COVID-19 ini akan dilakukan oleh penyedia fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).

Checkpoint 4

Seluruh penumpang menjalani proses Imigrasi serta Bea dan Cukai

Checkpoint 5

Penumpang menuju area holding untuk persiapan karantina, dengan pengawasan personel Satgas Udara Penanganan Covid-19. Hasil tes PCR juga akan diinformasikan di titik ini.

Checkpoint 6

Penumpang menuju transportasi darat (bus) untuk diantar ke lokasi karantina yang telah ditetapkan. Pelaksanaan di titik ini dibantu oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Komandan Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Tek Sunu Eko P menuturkan, seluruh personel satgas berkomitmen untuk menjaga penerapan SE Kemenhub Nomor 74/2021 dan prosedur kedatangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta (KKP) dr. Darmawali Handoko  mengingatkan agar penumpang internasional menjalani protokol kesehatan.

“Penumpang internasional tujuan Bandara Soekarno-Hatta harus menjalani 3 kali tes PCR. Pertama di negara asal, kemudian yang kedua di Bandara Soekarno-Hatta, lalu ketiga di lokasi karantina,” ujar Dr. Darmawali Handoko.

Adapun Board of Airlines Representative Indonesia (BARINDO) juga mendukung ketentuan di dalam SE Kemenhub Nomor 74/2021. (OL-13)

Baca Juga: Daniel Craig Emosional saat Pamit dari Peran James Bond

Baca Juga

Antara

Temukan Model Toleransi, Mahasiswa UNY Lulus PIMNAS ke-34

👤Muhamad Fauzi 🕔Senin 18 Oktober 2021, 10:46 WIB
PERBEDAAN paham menjadi sebuah keniscayaan. Penelitian studi kasus yang dilakukan oleh mahasiswa UNY di Masjid Agung Mataram, Kotagede,...
MI/Koresponden

Sandiaga: Di Bogor, Bakal Ada Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

👤┬áInsi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:42 WIB
Jembatan gantung (suspension bridge) terpanjang di dunia sepanjang 535 meter dan Cable Car dengan rute sepanjang 930 meter akan dibangun di...
medcom.id

Lengkap! Ini Doa Masuk dan Keluar Masjid Beserta Artinya

👤Sofia 🕔Senin 18 Oktober 2021, 09:37 WIB
Simak, berikut bacaan dan arti doa masuk serta keluar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya