Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Indonesia Diminta Contoh Negara Tetangga untuk Cegah Masuknya Virus Nipah

Basuki Eka Purnama
04/2/2026 04:53
Indonesia Diminta Contoh Negara Tetangga untuk Cegah Masuknya Virus Nipah
Ilustrasi--Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh penumpang di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit atau virus menular.(MI/AGUNG WIBOWO)

MANTAN Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengimbau pemerintah Indonesia untuk segera mengadopsi langkah-langkah pencegahan yang dilakukan negara tetangga guna mengantisipasi penularan virus Nipah. Hal ini menyusul laporan mengenai merebaknya virus tersebut di India, yang kini diketahui telah menular antarmanusia.

Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura telah lebih dulu memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah mereka. 

Prof Tjandra mencontohkan otoritas Thailand yang telah melakukan skrining ketat di Bandara Suvarnabhumi dan Don Mueang bagi penumpang dari negara bagian West Bengal, India. Langkah serupa juga diterapkan Nepal di Bandara Internasional Tribhuvan.

Singapura menjadi salah satu negara yang paling proaktif. Per 28 Januari 2026, pemerintah setempat telah mewajibkan pemeriksaan suhu tubuh di Bandara Changi dan menginstruksikan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Singapura meminta para dokter serta pengelola laboratorium dan rumah sakit untuk mewaspadai penularan penyakit akibat virus Nipah, utamanya dari pasien dengan riwayat kunjungan ke West Bengal yang mengalami gejala infeksi virus Nipah," ujar Prof Tjandra dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (4/2).

Selain skrining fisik, Singapura juga menggencarkan penyuluhan kesehatan di pintu masuk wilayah, meningkatkan surveilans pada pekerja migran dari Asia Selatan, serta berkoordinasi dengan otoritas pengendalian penyakit menular di tingkat regional.

Menurut Prof Tjandra, Indonesia memiliki risiko serupa mengingat tingginya mobilitas orang dari wilayah terdampak. Ia menekankan perlunya pengamatan khusus bagi para pelancong maupun pekerja migran yang datang dari titik episentrum penularan.

"Cukup banyaknya kunjungan warga India ke negara kita, maka nampaknya perlu pengamatan khusus, setidaknya untuk mereka yang datang dari daerah Kalkuta dan West Bengal," kata Direktur Pascasarjana Universitas YARSI tersebut.

Selain penguatan di perbatasan, Prof Tjandra menyarankan agar pemerintah Indonesia meningkatkan koordinasi dengan WHO Asia Tenggara dan Pasifik Barat untuk memantau dampak penularan secara global.

Virus Nipah sendiri merupakan patogen berbahaya yang awalnya menular dari hewan ke manusia, namun kini telah bermutasi hingga mampu menular antar-manusia melalui kontak langsung atau makanan yang terkontaminasi. Virus ini memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yakni antara 4 hingga 21 hari.

Gejala awal infeksi sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Namun, jika tidak segera ditangani, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat (pneumonia) hingga peradangan otak (ensefalitis). 

Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk mengatasi infeksi mematikan ini. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya