Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

BBKK Surabaya Perketat Pemeriksaan Antisipasi Virus Nipah, Minta Masyarakat tidak Panik

Heri Susetyo
05/2/2026 16:48
BBKK Surabaya Perketat Pemeriksaan Antisipasi Virus Nipah, Minta Masyarakat tidak Panik
Pengetatan pengawasan penularan virus nipah di bandara.(MI/Heri Susetyo)

BALAI Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya memperketat pintu masuk bandara dan pelabuhan untuk mengantisipasi agar virus Nipah tidak masuk wilayah Jawa Timur. BBKK Surabaya juga meminta masyarakat tidak terlalu panik. 

Kepala BBKK Surabaya dr Rosidi Ruslan mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pengawasan kesehatan pelaku perjalanan internasional melalui bandara maupun pelabuhan.

“Kami selalu meningkatkan kewaspadaan di seluruh pintu masuk negara yang menjadi wilayah kerja kami, seperti Bandara Internasional Juanda dan sejumlah pelabuhan. Tujuannya jelas, jangan sampai virus Nipah masuk tanpa terdeteksi,” kata dr Rosidi kepada awak media, Kamis (5/2). 

Rosidi menjelaskan, langkah utama yang dilakukan berupa penguatan pengawasan kesehatan pelaku perjalanan luar negeri. Setiap penumpang dari luar negeri yang datang dilakukan skrining suhu tubuh menggunakan alat pemindai.

“Kalau ada yang suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celsius, langsung kami arahkan ke klinik untuk pemeriksaan lebih lanjut secara visual dan medis,” kata Rosidi. 

Pemeriksaan tersebut, kata Rosidi, tidak hanya terkait virus Nipah. BBKK juga mewaspadai berbagai penyakit menular lain yang berpotensi terbawa pelaku perjalanan.

“Petugas kami disiagakan untuk deteksi dini berbagai penyakit menular, bukan hanya Nipah. Semua gejala mencurigakan tetap kami tindak lanjuti,” kata Rosidi. 

Pengawasan itu juga diperkuat melalui pengisian Satu Sehat Health Pass (SSHP) oleh pelaku perjalanan sebelum masuk Indonesia. Dari aplikasi tersebut petugas bisa melihat riwayat perjalanan dan kondisi kesehatan penumpang. Data dari aplikasi itu juga membantu petugas mengelompokkan risiko pelaku perjalanan, apakah berisiko tinggi, sedang, atau rendah.

“Kalau ada riwayat perjalanan dari negara terjangkit seperti India, itu jadi prioritas pengawasan kami. Kami bisa notifikasi maskapai dan lakukan pemeriksaan lebih detail saat tiba,” ujar Rosidi.

BBKK Surabaya juga telah menyiapkan alur rujukan jika ditemukan kasus dengan gejala mengarah ke Nipah. Rumah sakit rujukan yang ditunjuk adalah RSUD dr Soetomo Surabaya yang telah memiliki fasilitas ruang isolasi.

“Kalau ada yang terindikasi, langsung kami rujuk ke RS dr Soetomo untuk pemeriksaan lanjutan dan isolasi bila diperlukan,” kata Rosidi..

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan dinas kesehatan kabupaten/kota jika pelaku perjalanan yang bergejala melanjutkan perjalanan ke daerah. Rosidi menegaskan, hingga saat ini BBKK memastikan belum ada kasus virus Nipah terkonfirmasi di Jawa Timur.

“Artinya sampai sekarang kami belum menemukan kasus Nipah pada manusia di wilayah Jawa Timur. Tapi pengawasan tetap berjalan 24 jam,” tegas Rosidi.

Rosidi kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

Virus Nipah gejalanya adalah demam tinggi yang disertai sakit kepala hebat. Selain itu gangguan pernafasan (batuk, sesak nafas, dan sakit tenggorokan). Gejala pencernaan seperti muntah dan kesulitan menelan dan nyeri otot yang persisten juga menjadi tanda. Pada tahap yang lebih parah, virus ini dapat menyebabkan Ensefalitis atau peradangan otak akut. (HS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik