Minggu 23 Mei 2021, 19:35 WIB

Komnas Perempuan: Kota Bekasi sudah tidak Peduli HAM

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Komnas Perempuan: Kota Bekasi sudah tidak Peduli HAM

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Pegiat perempuan merapikan sepatu saat aksi diam 500 Langkah Awal Sahkan RUU PKS di depan gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/11/2020).

 

Tiga kasus kekerasan seksual di Bekasi yang terjadi belakangan ini menjadi sorotan publik mengenai masih tingginya ancaman kekerasan seksual terhadap peremuan dan anak. Oleh karenanya, Komnas Perempuan mendesak pengesahan RUU PKS.

"Ketiga kasus ini menunjukkan betapa mendesaknya pengesahan RUU PKS untuk memenuhi hak perempuan remaja korban kekerasan seksual atas keadilannya," Kata Rainy Hutabarat, Komnas Perempuan saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (23/5).

Selain itu pihaknya menilai, kejahatan tersebut merupakan tindak kriminalitas berlapis sehingga tidak bisa hanya dikenakan sanksi UU Perlindungan Anak.

Baca juga: Kasus Siswa Bengkulu, Pengamat Sebut Guru Terlalu Subjektif

"Salah satu korban, bukan hanya menjadi korban pemerkosaan berkali kali, melainkan juga korban perdagangan orang secara daring dengan tujuan seksual," ungkapnya.

Ketiga kekerasan seksual dan tindak kriminalitas berlapis terhadap perempuan remaja yang dilakukan oleh anak anggota DPRD Bekasi, guru masjid dan maling menunjukkan bahwa kota Bekasi sudah masuk tak aman dari kekerasan seksual.

"Hal ini kontradiksi dengan fakta, kota Bekasi 4 (empat) kali berturut-turut terpilih sebagai Kota Peduli HAM pada Peringatan Hari HAM Sedunia, masing-masing tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019," Sambung Rainy.

Komnas Perempuan mengingatkan bahwa perempuan remaja korban berhak atas pemulihan psikis, sosial maupun restitusi. Jadi tak cukup menghukum pelaku sementara ketiga perempuan remaja korban menanggung dampaknya sepanjang hidup mereka.

Baca juga: Pakar UGM: Pengendalian Covid-19 Nonobat Efektif Tekan Kasus Baru

Menanggapi adanya hukuman kebiri yang menjadi salah satu hukuman maksimal bagi pelaku, Komnas Perempuan justru tidak setuju, sebab tidak menjamin penghapusan kekerasan seksual dalam masyarakat.

"Pemerkosaan bisa dilakukan tanpa penetrasi penis atau menggunakan benda/alat lain selain penis," Sambungnya.

Untuk mencegah keberulangan maupun menghapus kekerasan seksual, diperlukan langkah-langkah lintas sektoral dan pelibatan masyarakat.

RUU PKS memiliki 6 keunggulan dalam rangka memutus keberulangan dan menghapus kekerasan seksual, di antaranya pelibatan masyarakat dan mencegah kekerasan seksual. Selain penanganan pelaku dengan menghukum pelaku, korban juga memiliki hak atas kebenaran dan pemulihan.

Sebelumnya, tiga kasus kekerasan seksual terhadap perempuan remaja di Bekasi yakni korban, 15. dengan pelaku anak anggota DPRD Bekasi berinisial AT, 21, perempuan remaja murid mengaji, 15, dengan pelaku guru mengajinya, 39,  perempuan remaja korban pencuriaan dengan pelaku RTS, 26, dan kawan-kawannya serta tindakan pemerkosaan. (H-3)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land Gandeng Perusahaan Teknologi pada Digital Hub Goes to Campus

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 03 Agustus 2021, 00:28 WIB
Selain pembangunan secara fisik, Sinar Mas Land mendukung pertumbuhan komunitas dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem Digital...
Dok. Zipmex

Kolaborasi Zipmex-FOI Bantu Ketahanan Pangan Warga Terdampak Covid-19

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Senin 02 Agustus 2021, 23:32 WIB
Zipmex Indonesia melalui program #ZipmexPeduli berkolaborasi dengan Foodbank of Indonesia melakukan revitalisasi dapur umum bagi masyarakat...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Pemerintah Waspadai Kasus Kematian

👤 M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 02 Agustus 2021, 21:18 WIB
Penerapan PPKM level IV di sejumlah wilayah di Pulau Jawa-Bali, kata Luhut, didasari pada tingginya tingkat kematian pasien...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ini Adalah Pekerjaan Kita

POLDA Metro Jaya menggelar program Vaksinasi Merdeka dengan target seluruh warga DKI Jakarta sudah menerima vaksin covid-19 tahap pertama pada 17 Agustus 2021.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya